BISNIS DAN DTRAVEL

Emas Berpotensi Uji US$4.233, Dolar AS dan The Fed Jadi Penentu

Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id — Harga emas dunia atau XAUUSD diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada pekan depan. Analisis Dupoin Futures melihat tren sekunder pada grafik harian masih bergerak naik, dengan area US$4.208 hingga US$4.233 menjadi resistance yang berpotensi diuji apabila momentum bullish tetap bertahan.

Pergerakan harga emas kembali menjadi perhatian setelah XAUUSD mampu bangkit dari tekanan jual di sekitar US$4.100. Harga kemudian bergerak menuju US$4.170, menunjukkan adanya pemulihan minat beli setelah sebelumnya mengalami penolakan di level yang lebih rendah.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan kondisi teknikal tersebut masih memberikan peluang bagi emas untuk meneruskan tren penguatannya. Namun, kemampuan harga mempertahankan momentum menjadi faktor penting sebelum pasar dapat melihat pengujian resistance berikutnya.

“Pemulihan dari area US$4.100 menunjukkan tekanan jual mulai mendapatkan perlawanan dari pembeli. Selama struktur kenaikan pada timeframe harian tetap terjaga, emas masih mempunyai peluang bergerak menuju area US$4.208–US$4.233,” ujar Geraldo.

US$4.100 Jadi Penopang Tren Emas

Dalam skenario teknikal Dupoin Futures, level US$4.100 menjadi salah satu area kunci untuk mengamati keberlanjutan tren jangka pendek.

Jika XAUUSD mampu bertahan di atas level tersebut, struktur bullish masih relatif terjaga dan peluang untuk menguji resistance US$4.208–US$4.233 tetap terbuka. Sebaliknya, penurunan kembali di bawah support tersebut dapat menjadi sinyal bahwa momentum penguatan mulai kehilangan tenaga.

Kondisi itu akan membuat proyeksi kenaikan menuju US$4.208–US$4.233 perlu dikaji ulang karena tekanan jual berpotensi kembali mendominasi pergerakan harga.

Geraldo menjelaskan bahwa reaksi emas ketika mendekati zona resistance akan menjadi salah satu indikator penting untuk membaca kekuatan tren.

“Pasar perlu melihat apakah kenaikan berikutnya mampu menembus tekanan jual di sekitar US$4.208–US$4.233. Jika harga justru kembali ditolak, koreksi masih mungkin terjadi. Karena itu, support dan resistance perlu diamati secara bersamaan,” jelasnya.

Berita lainnya :  Dupoin Raih Top 3 Pialang dengan Volume Transaksi Terbesar November 2025 versi JFX

Dolar AS dan Yield Treasury Beri Dukungan

Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi kondisi fundamental global. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Ketika risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi meningkat, sebagian investor cenderung mencari aset yang dinilai mampu menjadi pelindung nilai. Kondisi tersebut dapat memberikan dukungan tambahan bagi harga logam mulia.

Faktor lain datang dari pergerakan dolar AS dan yield Treasury. Pelemahan dolar serta penurunan yield obligasi pemerintah AS dapat membuat emas menjadi relatif lebih menarik bagi investor.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Reuters melaporkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, harga emas naik sekitar 0,9 persen menjadi US$4.169,32 per troy ounce. Penguatan tersebut berlangsung bersamaan dengan pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu emas mempertahankan momentum pemulihannya setelah menghadapi tekanan sebelumnya.

Kebijakan The Fed Masih Menjadi Risiko

Meski prospek teknikal masih cenderung positif, emas belum sepenuhnya terbebas dari risiko fundamental. Kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi salah satu faktor yang dapat mengubah arah pasar dalam waktu dekat.

Ekspektasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed pada akhir tahun dapat menjaga dolar AS dan yield Treasury tetap tinggi. Apabila kondisi tersebut terjadi, ruang penguatan emas dapat menjadi lebih terbatas.

Hal ini berkaitan dengan karakteristik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika instrumen berbasis obligasi menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi, daya tarik emas bagi sebagian investor dapat berkurang.

Berita lainnya :  Liburan Sekolah Penuh Petualangan, Ini 5 Destinasi yang Cocok untuk Anak dan Keluarga

Reuters juga melaporkan bahwa pasar masih memperhatikan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Perubahan ekspektasi mengenai kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar dan yield Treasury, yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan atau dukungan terhadap XAUUSD.

Emas Masih Punya Peluang Menuju US$4.233

Geraldo menilai arah emas pada pekan depan sebaiknya tidak hanya dibaca berdasarkan satu indikator. Kondisi teknikal perlu dikombinasikan dengan perkembangan dolar AS, yield Treasury, kebijakan moneter Amerika Serikat, serta situasi geopolitik.

Menurutnya, selama level US$4.100 tidak ditembus ke bawah dan tekanan beli tetap terjaga, skenario emas untuk kembali bergerak menuju US$4.208–US$4.233 masih relevan.

“Level US$4.100 menjadi batas penting untuk melihat apakah kenaikan ini masih memiliki fondasi yang kuat. Jika support tersebut bertahan, perhatian berikutnya berada pada resistance US$4.208 sampai US$4.233. Namun, jika dolar menguat dan ekspektasi The Fed menjadi lebih hawkish, ruang kenaikan emas dapat kembali menghadapi tekanan,” kata Geraldo.

Dengan demikian, prospek XAUUSD pada pekan depan masih cenderung positif, tetapi bukan tanpa risiko. Pengujian resistance US$4.208–US$4.233 akan menjadi fase penting untuk menentukan apakah penguatan emas dapat berlanjut atau justru kembali memasuki fase koreksi.

Bagi pelaku pasar, pergerakan di sekitar US$4.100 dan US$4.208–US$4.233 menjadi area yang patut diperhatikan. Kemampuan harga bertahan di atas support sekaligus menembus resistance dengan momentum yang kuat akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah emas berikutnya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

BISNIS DAN DTRAVEL

Merayakan Tiga Tahun Inovasi Akar Rumput: Accelerator Lab UNDP Indonesia Dorong Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan

  • Kamis, 13 Februari 2025
Seiring laju urbanisasi dan tantangan iklim, peran masyarakat menjadi semakin penting sebagai pendorong perubahan. Sejak 2021, Accelerator Lab UNDP Indonesia
BISNIS DAN DTRAVEL

Jasavalas.com Resmi Diluncurkan, Permudah Pengiriman Uang ke China dengan Biaya Rendah

  • Selasa, 18 Februari 2025
QueenNews.id – Jasa Valas, perusahaan baru di bidang remitansi, dengan bangga meluncurkan situs resminya, Jasavalas.com, pada Februari 2025. Platform ini