Minyak WTI Hadapi Tekanan Baru, Koreksi Harga Masih Berlanjut
QueenNews.id – Pergerakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memasuki fase yang penuh perhatian setelah mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan terbaru. Dupoin Futures menilai komoditas energi tersebut masih memiliki peluang mengalami tekanan lanjutan akibat kombinasi sinyal teknikal dan perubahan sentimen pasar global.
Berdasarkan kajian analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, grafik WTI pada periode empat jam atau H4 chart memperlihatkan pembentukan pola Rising Wedge. Pola tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya kemungkinan pelemahan setelah sebelumnya harga bergerak dalam tren positif.
Rising Wedge menggambarkan kondisi ketika harga masih bergerak naik, tetapi kekuatan kenaikannya mulai kehilangan momentum. Apabila tekanan jual meningkat, pola ini berpotensi menjadi sinyal perubahan arah dari tren bullish menuju bearish.
Dalam skenario yang dipantau Dupoin Futures, area 98.46 menjadi batas penting bagi pergerakan minyak dalam waktu dekat. Jika level tersebut tidak mampu dipertahankan, harga WTI berpotensi melanjutkan koreksi menuju area berikutnya di sekitar 96.07.
“Pasar minyak saat ini berada dalam kondisi yang sensitif terhadap perubahan sentimen. Selain memperhatikan pola teknikal, pelaku pasar perlu melihat faktor eksternal yang dapat mempercepat maupun membatasi pergerakan harga,” kata Geraldo.
Salah satu faktor fundamental yang memberikan tekanan terhadap minyak adalah meningkatnya perhatian pasar terhadap pasokan crude oil global. Kabar mengenai tambahan pasokan dari Arab Saudi membuat pasar kembali mengevaluasi keseimbangan supply dan demand energi.
Peningkatan pasokan dapat memberikan tekanan terhadap harga apabila permintaan global belum mampu mengimbangi jumlah produksi yang tersedia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan harga WTI mengalami koreksi dalam perdagangan terakhir.
Di sisi lain, pergerakan minyak juga berkaitan erat dengan kondisi ekonomi global. Harga energi yang lebih rendah dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat inflasi karena biaya energi menjadi salah satu komponen penting dalam aktivitas industri dan transportasi.
Namun, pasar tetap menghadapi risiko dari faktor geopolitik. Kawasan Timur Tengah yang memiliki peran besar dalam rantai pasokan minyak dunia masih menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan perubahan harga secara cepat.
Dupoin Futures menyebut pelaku pasar perlu memperhatikan berbagai indikator, mulai dari kebijakan produsen minyak, data ekonomi global, perkembangan inflasi, hingga keputusan bank sentral.
Secara keseluruhan, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa WTI masih berada dalam tekanan bearish untuk jangka pendek. Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi kemampuan harga mempertahankan support 98.46 serta respons pasar terhadap dinamika pasokan dan geopolitik global.


