Harga Emas Tertekan, XAUUSD Berpotensi Uji Support Baru
QueenNews.id – Pergerakan harga emas dunia atau XAUUSD masih menghadapi tekanan jual setelah gagal menembus area resistance penting di level 4.355. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, struktur harga emas pada grafik harian (Daily timeframe) masih menunjukkan kecenderungan bearish, sehingga peluang koreksi lanjutan tetap terbuka apabila tidak terjadi penguatan signifikan.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyampaikan bahwa level 4.355 menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Area tersebut berperan sebagai batas penting untuk menentukan apakah XAUUSD mampu membangun momentum pemulihan atau justru melanjutkan tren pelemahan.
Selama harga emas masih bergerak di bawah resistance tersebut, tekanan jual dinilai masih mendominasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih membutuhkan katalis kuat untuk mengubah struktur pergerakan menjadi lebih positif.
Menurut analisis Dupoin Futures, apabila XAUUSD kembali mengalami tekanan dan gagal melakukan penembusan (breakout) di atas level 4.355, harga emas berpotensi bergerak menuju area support berikutnya di sekitar 4.223. Level tersebut menjadi perhatian karena berdekatan dengan area Order Block dan Unfilled Order yang secara teknikal dapat menjadi zona reaksi harga.
“Pergerakan emas saat ini masih berada dalam tekanan selama resistance utama belum berhasil dilewati. Pelaku pasar perlu memperhatikan respons harga di sekitar area 4.355 dan 4.223 untuk melihat apakah tren bearish masih berlanjut atau mulai kehilangan kekuatan,” ujar Geraldo Kofit dari Dupoin Futures.
Apabila area support 4.223 mampu bertahan, XAUUSD berpotensi mengalami fase konsolidasi maupun rebound teknikal. Namun, jika tekanan jual berhasil mendorong harga menembus level tersebut, peluang pelemahan lebih lanjut dapat semakin terbuka.
Tekanan The Fed dan Dolar AS Pengaruhi Harga Emas
Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi global. Dupoin Futures menilai meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi salah satu faktor utama yang memberikan tekanan terhadap harga emas.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi (Treasury yield) meningkat, investor cenderung mempertimbangkan kembali alokasi asetnya karena biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi.
Karena itu, pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah XAUUSD selanjutnya.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang berpotensi memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Ketidakpastian global biasanya meningkatkan minat investor terhadap instrumen yang dianggap mampu menjaga nilai aset.
Namun, Dupoin Futures melihat sentimen safe haven tersebut masih harus berhadapan dengan tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter AS. Apabila dolar AS tetap menguat dan pasar memperkirakan suku bunga bertahan tinggi dalam waktu lebih lama, ruang penguatan emas dapat menjadi lebih terbatas.
Risiko Inflasi dan Konflik Global Jadi Perhatian Pasar
Selain kebijakan moneter, kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik juga menjadi faktor yang perlu dicermati. Lonjakan harga minyak dapat meningkatkan risiko inflasi global dan memengaruhi keputusan bank sentral dalam menentukan arah kebijakan berikutnya.
Jika inflasi kembali meningkat, pasar dapat memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap emas.
Menurut Dupoin Futures, arah XAUUSD dalam jangka pendek akan bergantung pada keseimbangan antara faktor teknikal, kekuatan dolar AS, pergerakan Treasury yield, serta perkembangan geopolitik global.
Secara keseluruhan, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures masih menunjukkan potensi pelemahan selama XAUUSD belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.355. Area 4.223 menjadi level support penting yang perlu diperhatikan karena dapat menentukan apakah koreksi hanya berlangsung sementara atau berkembang menjadi tekanan yang lebih besar.
Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan komunikasi The Fed, data ekonomi Amerika Serikat, pergerakan dolar, serta dinamika geopolitik sebagai faktor utama yang dapat memengaruhi volatilitas harga emas.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


