XAUUSD Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Pantau Level Support Emas
QueenNews.id – Harga emas global atau XAUUSD diperkirakan masih menghadapi tekanan koreksi dalam perdagangan jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada grafik harian (Daily timeframe) masih berpeluang menguji area support penting di kisaran 4.237 hingga 4.204. Zona tersebut menjadi perhatian utama karena dapat menentukan apakah pelemahan saat ini hanya bersifat koreksi sementara atau berkembang menjadi perubahan tren yang lebih besar.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa struktur pergerakan emas saat ini masih menunjukkan pola secondary trend setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan. Dalam kondisi tersebut, penurunan menuju area support dinilai masih berada dalam batas pergerakan pasar yang normal dan belum secara langsung menunjukkan adanya pembalikan arah menjadi tren bearish.
Menurut Dupoin Futures, area 4.237–4.204 menjadi zona krusial bagi pelaku pasar untuk mencermati respons harga berikutnya. Apabila wilayah support tersebut mampu bertahan dari tekanan jual, peluang pemulihan harga emas dan kelanjutan tren utama masih terbuka.
“Pergerakan koreksi perlu dibedakan dengan perubahan tren. Selama harga masih mampu menjaga area support utama, pelemahan yang terjadi dapat menjadi bagian dari penyesuaian pasar sebelum melanjutkan arah sebelumnya,” ujar Geraldo Kofit dalam analisis Dupoin Futures.
Namun, Dupoin Futures mengingatkan adanya risiko berbeda apabila XAUUSD gagal mempertahankan area tersebut. Penembusan support 4.237–4.204 secara konsisten dapat membuka peluang tekanan jual lebih besar dan meningkatkan risiko pelemahan lanjutan pada harga emas.
Selain faktor teknikal, Dupoin Futures juga mencermati berbagai sentimen fundamental yang berpotensi memengaruhi pergerakan emas. Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait ketegangan di kawasan Strait of Hormuz.
Peningkatan risiko geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak lebih dari US$4 per barel. Kondisi ini menjadi perhatian karena lonjakan harga energi dapat berdampak terhadap ekspektasi inflasi global. Apabila tekanan inflasi meningkat, pasar dapat memperkirakan ruang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menjadi lebih terbatas.
Perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat kemudian dapat berdampak terhadap pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury yield). Kenaikan yield Treasury biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya dapat berkurang dibandingkan instrumen berbasis pendapatan tetap.
Sebaliknya, apabila yield Treasury dan dolar AS mengalami pelemahan akibat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar, emas berpotensi kembali mendapatkan dukungan. Selain itu, kondisi ketidakpastian geopolitik juga dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Dupoin Futures menilai pasar emas saat ini berada dalam kondisi tarik-menarik antara sentimen perlindungan risiko akibat geopolitik dan tekanan dari faktor suku bunga serta dolar AS. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan berbagai indikator secara menyeluruh.
Fokus berikutnya akan tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, khususnya sektor tenaga kerja. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan memberikan sentimen positif bagi emas.
Sebaliknya, apabila data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang tetap kuat, pasar berpotensi kembali memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Situasi tersebut dapat memperkuat dolar AS dan meningkatkan yield Treasury sehingga berpotensi menekan pergerakan XAUUSD.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Dupoin Futures melihat volatilitas harga emas masih berpotensi berlanjut. Area support 4.237–4.204 menjadi level penting yang perlu diperhatikan untuk menentukan arah perdagangan berikutnya.
Apabila support mampu bertahan, peluang emas untuk kembali bergerak mengikuti tren utama masih terbuka. Namun jika area tersebut ditembus, tekanan bearish dapat semakin meningkat.
Dupoin Futures menegaskan bahwa pelaku pasar perlu mencermati kombinasi faktor teknikal dan fundamental, mulai dari pergerakan harga minyak, dolar AS, yield Treasury, perkembangan konflik geopolitik, hingga arah kebijakan The Fed untuk memahami potensi pergerakan XAUUSD selanjutnya.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


