Investasi Usia 20-an, Ini Langkah Penting Sebelum Memulainya
QueenNews.id — Memasuki usia 20-an menjadi fase ketika banyak orang mulai memperoleh penghasilan sendiri sekaligus belajar mengelola keuangan secara mandiri. Pada tahap ini, investasi dapat diperkenalkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didorong tren atau iming-iming keuntungan.
Sebelum menempatkan dana pada instrumen investasi, seseorang perlu memahami kondisi keuangannya, menentukan tujuan, memperhitungkan jangka waktu, serta mengenali risiko produk yang dipilih. Pemahaman tersebut penting agar aktivitas investasi tidak justru mengganggu kebutuhan sehari-hari maupun kondisi keuangan ketika menghadapi kebutuhan tidak terduga.
Tujuan Menjadi Dasar Sebelum Berinvestasi
Langkah awal yang dapat dilakukan investor pemula adalah menentukan tujuan penggunaan dana. Investasi untuk membeli rumah tentu memiliki jangka waktu dan kebutuhan yang berbeda dengan investasi untuk pendidikan, kendaraan, atau tujuan finansial lainnya.
Tujuan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan jangka waktu investasi dan tingkat risiko yang dapat diterima. Dana yang masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun membayar kewajiban rutin sebaiknya tidak digunakan sebagai modal investasi.
Pemisahan antara dana kebutuhan, dana darurat, dan dana investasi membantu menjaga agar perubahan nilai investasi tidak langsung memengaruhi kemampuan memenuhi kebutuhan utama.
Dana Darurat Perlu Disiapkan
Selain menentukan tujuan, kesiapan dana darurat juga menjadi bagian penting sebelum mulai berinvestasi. Dana tersebut berfungsi sebagai cadangan ketika seseorang menghadapi kebutuhan mendesak atau pengeluaran yang tidak direncanakan.
Materi literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) salah satunya menggunakan acuan dana darurat sekitar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi keuangan, tanggungan, dan kebutuhan masing-masing.
Ketersediaan dana darurat memberikan ruang bagi investor untuk tidak menjual investasi secara tergesa-gesa ketika membutuhkan uang untuk keperluan mendadak.
Pahami Profil Risiko Sebelum Memilih Produk
Tidak semua instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang sama. Karena itu, calon investor perlu mengetahui seberapa besar penurunan nilai yang dapat ditoleransi serta berapa lama dana dapat ditempatkan.
Profil risiko dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan instrumen investasi. Investor pemula juga perlu memahami bahwa investasi tidak memberikan hasil yang pasti. Nilai aset dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai karakteristik produk dan kondisi pasar.
Keputusan investasi juga sebaiknya tidak hanya didasarkan pada imbal hasil masa lalu atau promosi mengenai potensi keuntungan. Informasi mengenai risiko, biaya, mekanisme transaksi, dan karakteristik produk perlu dipelajari terlebih dahulu.
Reksa Dana Bisa Menjadi Pilihan untuk Investor Pemula
Reksa dana merupakan salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan oleh investor sesuai tujuan dan profil risikonya. Dalam produk ini, dana yang dihimpun dari sejumlah investor dikelola dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi berdasarkan kebijakan investasi masing-masing produk.
Jenis reksa dana memiliki karakteristik berbeda. Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham memiliki kebijakan investasi serta profil risiko yang tidak sama.
Karena itu, calon investor perlu membaca prospektus dan fund fact sheet sebelum membeli produk. Informasi mengenai kebijakan investasi, risiko, biaya, serta ketentuan transaksi perlu dipahami agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan.
Tidak Perlu Menunggu Modal Besar
Investasi juga tidak harus dimulai dengan dana dalam jumlah besar. Yang lebih penting adalah memastikan dana yang digunakan memang telah dialokasikan untuk investasi dan tidak mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan pokok.
Investor dapat menentukan nominal secara berkala berdasarkan kemampuan finansial. Setelah kebutuhan rutin dan dana darurat diperhitungkan, sebagian penghasilan dapat dialokasikan untuk investasi sesuai rencana.
Kebiasaan berinvestasi secara berkala juga dapat membantu investor pemula membangun disiplin finansial sekaligus mengenali bagaimana portofolio bergerak dari waktu ke waktu.
Evaluasi Portofolio Secara Berkala
Investasi berbeda dengan tabungan karena nilainya dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan karakteristik instrumen. Oleh sebab itu, investor perlu menghindari keputusan berdasarkan janji keuntungan tertentu maupun hanya melihat performa masa lalu.
Evaluasi dapat dilakukan ketika terjadi perubahan tujuan investasi, kondisi pendapatan, kebutuhan finansial, maupun kemampuan menanggung risiko. Penyesuaian portofolio sebaiknya tetap mengacu pada tujuan, jangka waktu, dan profil risiko.
Pendekatan tersebut membuat keputusan investasi lebih terukur dan mengurangi kecenderungan mengambil keputusan secara emosional ketika pasar mengalami perubahan.
Reksa Dana Online Hadir di neobank
Digitalisasi layanan keuangan turut membuat akses terhadap investasi semakin mudah. Salah satunya melalui layanan reksa dana online di neobank.
Melalui aplikasi neobank, pengguna dapat mengakses pilihan produk reksa dana yang tersedia melalui mitra yang bekerja sama dengan Bank Neo Commerce. Produk tersebut dikelola oleh Manajer Investasi dan tersedia dengan nominal awal mulai dari Rp10.000.
Kemudahan transaksi digital tetap perlu diikuti pemahaman terhadap produk. Sebelum melakukan pembelian, pengguna perlu membaca informasi yang tersedia, memahami risiko, serta memastikan produk yang dipilih sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
Dengan demikian, kemudahan akses investasi melalui aplikasi bukan berarti keputusan dapat dilakukan tanpa pertimbangan. Literasi finansial tetap menjadi fondasi agar investor dapat memahami produk dan mengelola ekspektasi terhadap hasil investasi.
Pada akhirnya, memulai investasi di usia 20-an bukan mengenai seberapa besar dana yang dapat ditempatkan, melainkan seberapa baik seseorang memahami tujuan, kesiapan keuangan, risiko, dan disiplin dalam menjalankan rencana. Dengan fondasi tersebut, investasi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kondisi finansial jangka panjang secara lebih terarah.
Disclaimer: Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk dan Layanan sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang.
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


