Biaya WhatsApp Naik, CRM Jadi Kunci Optimalkan Penjualan
QueenNews.id – Kenaikan biaya komunikasi melalui WhatsApp mendorong perusahaan untuk melihat kembali strategi penggunaan aplikasi pesan instan tersebut dalam aktivitas bisnis.
Di tengah kebutuhan layanan pelanggan yang semakin cepat dan personal, ukuran keberhasilan WhatsApp tidak lagi hanya berdasarkan jumlah pesan yang terkirim, tetapi dari seberapa besar kontribusinya terhadap pertumbuhan bisnis.
Barantum.com mengungkapkan bahwa bisnis perlu mengubah cara pandang terhadap biaya pesan. Nilai sebuah percakapan harus diukur berdasarkan kemampuannya membawa pelanggan menuju tahap berikutnya, mulai dari menjadi prospek hingga menghasilkan transaksi.
Dalam praktiknya, perusahaan perlu menghubungkan aktivitas komunikasi dengan indikator bisnis yang lebih konkret. Salah satunya melalui penghitungan biaya pada setiap tahapan perjalanan pelanggan.
Cost per Chat dapat digunakan untuk melihat rata-rata biaya setiap percakapan yang terjadi. Sementara itu, Cost per Qualified Lead membantu bisnis mengetahui biaya untuk mendapatkan calon pelanggan yang benar-benar memiliki potensi pembelian. Adapun Cost per Won memberikan gambaran biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh transaksi sukses.
Selain menghitung biaya langsung, perusahaan juga perlu mempertimbangkan konsep Total Cost of Ownership (TCO). Perhitungan tersebut mencakup biaya layanan pesan, penggunaan software pendukung, teknologi AI, operasional tim, hingga waktu kerja yang terserap akibat proses komunikasi yang tidak efisien.
Barantum.com menilai banyak bisnis mengalami kendala bukan karena WhatsApp tidak efektif, tetapi karena data percakapan belum terhubung dengan proses penjualan.
Percakapan yang masuk dari berbagai campaign sering kali berhenti sebagai chat tanpa informasi lanjutan mengenai apakah pelanggan tersebut menjadi lead, melakukan pembelian, atau tidak melanjutkan proses.
“Bisnis perlu memiliki gambaran lengkap mengenai perjalanan pelanggan. Dari mana percakapan berasal, siapa yang menangani, bagaimana proses follow-up berjalan, hingga apakah komunikasi tersebut menghasilkan transaksi,” jelas Barantum.com.
Melalui sistem CRM, perusahaan dapat menjaga agar informasi pelanggan tetap tercatat meskipun percakapan berpindah antaranggota tim. Data seperti sumber campaign, pemilik lead, tahapan pipeline, nilai transaksi, dan status keberhasilan dapat digunakan untuk mengevaluasi performa komunikasi.
Barantum.com juga menekankan pentingnya penggunaan WhatsApp Tracking untuk mengetahui sumber awal pelanggan. Dengan pencatatan yang tepat, perusahaan dapat membandingkan efektivitas berbagai campaign tanpa hanya melihat jumlah pesan masuk.
Namun, keberhasilan WhatsApp tetap bergantung pada strategi bisnis. Kanal ini akan memberikan nilai ketika pelanggan memang aktif menggunakannya, respons berjalan cepat, dan komunikasi mampu menghasilkan peluang penjualan.
Sebaliknya, bisnis perlu memperbaiki proses apabila banyak percakapan tidak menghasilkan prospek, pelanggan harus memberikan informasi berulang, atau tim kesulitan menentukan prioritas follow-up.
Dengan pendekatan berbasis data, WhatsApp tetap dapat menjadi kanal komunikasi yang kuat bagi bisnis. Kuncinya adalah memastikan setiap percakapan memiliki tujuan jelas dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


