BRI Insurance Perkuat Perlindungan Risiko Profesi Tenaga Medis
QueenNews.id — Penguatan ekosistem layanan kesehatan tidak hanya membutuhkan fasilitas dan sumber daya manusia, tetapi juga sistem perlindungan terhadap berbagai risiko yang melekat dalam operasional pelayanan medis. PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan solusi Medical Malpractice Insurance bagi tenaga medis.
Solusi perlindungan tersebut diperkenalkan dalam Industrial Symposium bertajuk “One BRI Solution for Empowering Healthcare Ecosystem with Strategic Protection, Workforce Resilience and Financial Leaps” yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (9/10).
Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk membahas kebutuhan perlindungan dalam ekosistem kesehatan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, dokter, tenaga kesehatan, pasien, hingga unsur pendukung lainnya.
Group Head Retail Transaction Group BRI, Erin Young, mengatakan perkembangan industri perbankan mendorong BRI untuk memperluas perannya dari sekadar menyediakan layanan transaksi menjadi penyedia solusi yang dapat mendukung kebutuhan ekosistem industri.
Menurut Erin, ekosistem rumah sakit memiliki karakteristik yang kompleks karena melibatkan banyak pihak dengan kebutuhan dan risiko yang berbeda. Karena itu, solusi keuangan dan perlindungan perlu dirancang secara lebih menyeluruh.
“Transformasi perbankan membuat layanan BRI semakin diarahkan untuk menjawab kebutuhan ekosistem, bukan hanya transaksi. Dalam sektor rumah sakit, banyak pihak yang harus diperhatikan, termasuk tenaga medis dan berbagai pekerja pendukung. Karena itu, BRI Insurance hadir untuk membantu memberikan perlindungan terhadap risiko yang dapat muncul dalam ekosistem tersebut, termasuk risiko malpraktik,” ujar Erin.
Risiko Profesi Menjadi Perhatian Tenaga Medis
Kebutuhan perlindungan terhadap risiko profesi juga disampaikan dr. R. Koesmedi Priharto, Sp.OT., M.Kes. Menurutnya, profesi medis memiliki tanggung jawab besar sekaligus menghadapi berbagai konsekuensi yang perlu dikelola secara baik.
Selain risiko yang berkaitan dengan praktik pelayanan kesehatan, tenaga medis juga menghadapi kebutuhan finansial jangka panjang, termasuk biaya pendidikan dan pengembangan kompetensi.
Dokter, kata Koesmedi, perlu mempertimbangkan pengelolaan risiko dan keuangan secara bersamaan agar dapat menjalankan profesinya dengan lebih siap.
Ia berharap lembaga keuangan tidak hanya menyediakan produk perlindungan, tetapi juga memberikan edukasi yang membantu tenaga medis memahami risiko profesi dan langkah mitigasinya.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa perlindungan profesi tidak semata-mata berkaitan dengan pembayaran klaim ketika risiko terjadi. Pemahaman terhadap risiko dan upaya pencegahannya juga menjadi bagian penting dalam membangun praktik pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Medical Malpractice Insurance Hadirkan Tiga Lapisan Perlindungan
Menjawab kebutuhan tersebut, BRI Insurance menghadirkan Medical Malpractice Insurance dengan tiga nilai utama. Produk ini menggabungkan perlindungan asuransi, pendampingan medikolegal dan penanganan kasus, serta edukasi mengenai pengelolaan risiko profesi.
Dari aspek finansial, perlindungan diberikan terhadap tanggung jawab ganti rugi yang muncul akibat tuntutan pasien atau keluarga pasien terkait dugaan kelalaian maupun kesalahan medis dalam pelaksanaan tugas profesional.
Dalam kondisi yang memenuhi persyaratan polis, perlindungan juga dapat mencakup biaya pembelaan hukum dan penyelesaian tuntutan sesuai dengan ketentuan, batas pertanggungan, serta pengecualian yang berlaku.
Dengan demikian, tenaga medis memiliki instrumen perlindungan untuk menghadapi konsekuensi finansial yang mungkin muncul dari tuntutan terkait praktik profesinya.
Namun, BRI Insurance tidak hanya menempatkan perlindungan finansial sebagai fokus. Produk tersebut juga dilengkapi dukungan dalam menghadapi proses penyelesaian kasus.
Pendampingan medikolegal ditujukan untuk membantu tenaga medis menghadapi potensi sengketa secara lebih terarah. Dukungan tersebut mencakup proses penanganan dan penyelesaian kasus sesuai ketentuan yang berlaku.
Edukasi Jadi Bagian dari Mitigasi Risiko
Aspek ketiga yang ditawarkan adalah edukasi pengelolaan risiko profesi. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran tenaga medis terhadap berbagai potensi risiko yang dapat muncul selama menjalankan praktik.
Menurut BRI Insurance, peningkatan pemahaman mengenai risiko dapat membantu mendorong budaya mitigasi yang lebih baik. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme dan penerapan praktik pelayanan medis yang bertanggung jawab.
Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, mengatakan tenaga medis membutuhkan dukungan yang lebih luas karena memiliki tanggung jawab langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“Tenaga medis menjalankan tanggung jawab yang besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap risiko profesi menjadi bagian yang penting. Medical Malpractice Insurance kami hadirkan tidak hanya untuk membantu menghadapi risiko finansial, tetapi juga melalui pendampingan medikolegal serta edukasi agar tenaga medis semakin siap mengelola risiko profesinya,” kata Budi.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi tenaga medis sekaligus membantu menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang lebih tangguh.
Perlindungan terhadap tenaga medis juga memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan layanan kesehatan. Ketika risiko profesi dapat dikelola secara lebih baik, tenaga medis dapat menjalankan tugas dengan kesiapan yang lebih memadai dan tetap berfokus pada pelayanan kepada pasien.
Mendorong Ekosistem Kesehatan yang Lebih Tangguh
Kehadiran Medical Malpractice Insurance menjadi bagian dari langkah BRI Insurance untuk memperluas solusi perlindungan sesuai kebutuhan sektor industri. Sektor kesehatan menjadi salah satu ekosistem yang membutuhkan pendekatan perlindungan khusus karena memiliki karakteristik risiko yang kompleks.
Melalui kombinasi perlindungan finansial, pendampingan medikolegal, dan edukasi, BRI Insurance berupaya menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pengelolaan risiko profesi tenaga medis.
Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat arah BRI Group dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi berbagai ekosistem industri. Bagi sektor kesehatan, perlindungan profesi diharapkan dapat menjadi salah satu komponen pendukung dalam membangun layanan yang lebih resilien.
Pada akhirnya, pengelolaan risiko bukan hanya menjadi kebutuhan perusahaan atau institusi kesehatan, tetapi juga bagian dari kesiapan setiap tenaga profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya. Dengan pemahaman risiko yang lebih baik dan dukungan perlindungan yang sesuai, ekosistem pelayanan kesehatan diharapkan dapat berkembang secara lebih aman, profesional, dan berkelanjutan.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


