BISNIS DAN DTRAVEL

WTI Berpotensi Menguat, Risiko Pasokan Global Jadi Perhatian

Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id — Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpeluang melanjutkan penguatan setelah mampu bertahan di area support US$91,05–US$93,39. Pergerakan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena harga minyak menunjukkan indikasi pemulihan setelah sebelumnya mendapat tekanan jual.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada grafik harian memperlihatkan terbentuknya candlestick bullish setelah harga mengalami penolakan di area support. Kondisi tersebut menunjukkan mulai munculnya tekanan beli yang dapat membuka peluang bagi minyak untuk memasuki fase penguatan berikutnya.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan pola teknikal yang terbentuk perlu dicermati karena dapat menjadi indikasi perubahan arah tren.

Pola Double Bottom Jadi Perhatian

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pola Double Bottom pada timeframe harian. Pola tersebut umumnya terbentuk ketika harga menguji area support sebanyak dua kali dan gagal melanjutkan penurunan.

Dalam kondisi seperti itu, munculnya tekanan beli dapat menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai berkurang. Jika momentum tersebut berlanjut dan mendapatkan konfirmasi dari pergerakan harga berikutnya, WTI berpotensi bergerak menuju zona resistance yang lebih tinggi.

Dupoin Futures memproyeksikan area US$99,51–US$100,98 sebagai resistance yang perlu diperhatikan apabila tren penguatan WTI berlanjut.

Sementara itu, zona US$91,05–US$93,39 masih menjadi area penting untuk menjaga skenario bullish. Selama harga dapat bertahan di atas zona tersebut, peluang penguatan masih terbuka.

Sebaliknya, apabila WTI kembali menembus support tersebut ke arah bawah, skenario pembalikan tren perlu dievaluasi karena tekanan jual berpotensi kembali menguat.

Gagal Tembus US$90 Jadi Sinyal Awal

Pergerakan WTI sebelumnya juga memberikan indikasi bahwa level US$90 per barel menjadi area yang mendapatkan respons dari pasar. Harga yang gagal bergerak lebih rendah dari level tersebut menunjukkan adanya minat beli pada harga yang lebih rendah.

Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa tren bullish telah terbentuk sepenuhnya. Pasar masih membutuhkan konfirmasi melalui keberlanjutan momentum dan kemampuan harga mempertahankan area support.

Berita lainnya :  Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor

Bagi pelaku pasar, keseimbangan antara potensi penguatan dan risiko koreksi menjadi penting untuk diperhatikan. Pergerakan harga minyak dapat berubah cepat ketika terjadi perubahan pada sentimen global maupun fundamental pasar energi.

Risiko Gangguan Pasokan Masih Menopang Harga

Selain faktor teknikal, perkembangan geopolitik menjadi salah satu faktor fundamental yang dapat memengaruhi harga minyak.

Ketegangan di kawasan strategis dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai kelancaran produksi dan distribusi energi. Jika gangguan pasokan meningkat, pasar dapat memperhitungkan kemungkinan berkurangnya ketersediaan minyak mentah sehingga memberikan tekanan naik terhadap harga.

Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena minyak merupakan komoditas global yang sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan kondisi geopolitik.

Ketidakpastian jalur distribusi maupun potensi gangguan produksi dapat mendorong pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga WTI.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Pasokan dan Permintaan Tetap Jadi Penentu

Meski risiko pasokan dapat memberikan dukungan terhadap harga, pasar minyak masih menghadapi sejumlah faktor yang dapat membatasi kenaikan.

Peningkatan pasokan global dapat membuat tekanan harga kembali muncul apabila produksi minyak tumbuh lebih cepat dibandingkan permintaan. Selain itu, kekhawatiran terhadap konsumsi energi juga dapat menjadi hambatan bagi penguatan apabila aktivitas ekonomi global tidak cukup kuat untuk meningkatkan permintaan minyak.

Karena itu, arah WTI tidak hanya bergantung pada risiko geopolitik. Perubahan keseimbangan antara produksi, persediaan, distribusi, dan konsumsi energi juga perlu menjadi perhatian.

Dupoin Futures menilai kombinasi faktor tersebut akan menentukan apakah penguatan WTI mampu berkembang menjadi tren yang lebih kuat atau justru kembali menghadapi tekanan jual.

Resistance US$100 Jadi Target Berikutnya

Dari perspektif teknikal, zona US$99,51–US$100,98 menjadi area penting apabila WTI mampu mempertahankan momentum bullish.

Berita lainnya :  XAUUSD Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Pantau Level Support Emas

Pergerakan menuju area tersebut akan membutuhkan keberhasilan harga bertahan di atas support US$91,05–US$93,39 serta konfirmasi bahwa pola Double Bottom mendapatkan tindak lanjut dari pembelian yang lebih kuat.

Jika harga berhasil menembus resistance, peluang terbentuknya tren bullish yang lebih kuat dapat meningkat. Sebaliknya, apabila harga kembali jatuh di bawah area support, struktur bullish berisiko melemah.

Dengan demikian, pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan harga di kedua area tersebut sebelum menarik kesimpulan mengenai arah berikutnya.

WTI Hadapi Kombinasi Faktor Teknikal dan Fundamental

Secara keseluruhan, analisis Dupoin Futures menunjukkan WTI memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan setelah mendapatkan dukungan di area US$91,05–US$93,39.

Pola Double Bottom dan munculnya candlestick bullish menjadi faktor teknikal yang mendukung skenario tersebut. Dari sisi fundamental, potensi gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik juga dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak.

Namun, skenario tersebut tetap menghadapi risiko dari peningkatan pasokan global dan melemahnya permintaan energi. Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan geopolitik sekaligus perubahan keseimbangan supply dan demand minyak.

Proyeksi harga merupakan skenario berdasarkan kondisi pasar dan analisis teknikal, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi.

Tentang Dupoin Futures

Dupoin Futures atau PT Dupoin Futures Indonesia merupakan perusahaan pialang yang bergerak di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin memiliki izin usaha dari BAPPEBTI Nomor 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004.

Dupoin juga tercatat sebagai anggota Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dengan Nomor SPAB-064/BBJ/04/04 dan merupakan anggota aktif Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) dengan Nomor 26/AK-KBI/IX/2004.

Selain itu, Dupoin terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Nomor 176/REG/AFT/SU dan anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

BISNIS DAN DTRAVEL

Merayakan Tiga Tahun Inovasi Akar Rumput: Accelerator Lab UNDP Indonesia Dorong Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan

  • Kamis, 13 Februari 2025
Seiring laju urbanisasi dan tantangan iklim, peran masyarakat menjadi semakin penting sebagai pendorong perubahan. Sejak 2021, Accelerator Lab UNDP Indonesia
BISNIS DAN DTRAVEL

Jasavalas.com Resmi Diluncurkan, Permudah Pengiriman Uang ke China dengan Biaya Rendah

  • Selasa, 18 Februari 2025
QueenNews.id – Jasa Valas, perusahaan baru di bidang remitansi, dengan bangga meluncurkan situs resminya, Jasavalas.com, pada Februari 2025. Platform ini