Siswa BINUS SCHOOL Raih Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia
QueenNews.id — Persaingan untuk memasuki perguruan tinggi terkemuka di dalam maupun luar negeri membuat kualitas pendidikan semakin menjadi perhatian keluarga di Indonesia. Selain kurikulum, kemampuan sekolah dalam membangun kompetensi akademik, karakter, dan kesiapan siswa menghadapi lingkungan global menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pilihan pendidikan.
Kondisi tersebut tercermin dari capaian akademik terbaru siswa BINUS SCHOOL melalui program International Baccalaureate (IB) dan Cambridge. Hasil ujian 2026 menunjukkan performa siswa BINUS SCHOOL berada di atas sejumlah rata-rata global yang menjadi pembanding dalam kedua sistem pendidikan internasional tersebut.
Pada ujian IB Diploma Programme 2026, rata-rata nilai mata pelajaran yang diraih siswa BINUS SCHOOL mencapai 5,2, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 4,9 berdasarkan data International Baccalaureate Organization (IBO).
Capaian tersebut juga memperkuat konsistensi BINUS SCHOOL Simprug. Sekolah yang merupakan bagian dari jaringan BINUS SCHOOL itu telah membukukan hasil IB di atas rata-rata dunia selama 18 tahun berturut-turut.
Konsistensi Akademik Menjadi Salah Satu Indikator
Capaian yang konsisten tersebut menunjukkan adanya proses pembelajaran dan pendampingan yang berlangsung secara berkelanjutan. Prestasi akademik tidak hanya berkaitan dengan hasil ujian, tetapi juga menggambarkan proses siswa dalam memahami materi, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Selain IB, BINUS SCHOOL juga mencatat hasil positif melalui program Cambridge. Berdasarkan laporan Cambridge International, sebanyak 87 persen siswa BINUS SCHOOL memperoleh hasil dalam kategori Outstanding, High, dan Good pada Cambridge Checkpoint.
Sementara pada ujian Cambridge A Level 2026, sebanyak 25 persen siswa memperoleh nilai A atau A*. Hasil tersebut menjadi bagian dari capaian akademik yang memperlihatkan bagaimana program pembelajaran internasional diterapkan dalam perjalanan pendidikan siswa.
Bagi sekolah, hasil ujian menjadi salah satu indikator dari proses pendidikan yang berlangsung. Namun, pencapaian akademik juga diharapkan berjalan bersama dengan pengembangan karakter dan kemampuan siswa dalam menentukan arah masa depan.
BINUS SCHOOL Director, Sherrierose Garcia Gonzales, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua hingga pimpinan sekolah.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari proses yang dilakukan bersama. Kerja keras siswa perlu didukung oleh dedikasi guru, keterlibatan orang tua, dan arahan sekolah. Kami ingin setiap siswa dapat memahami potensinya, menemukan tujuan yang ingin dicapai, sekaligus membangun karakter dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memberikan kontribusi positif,” ujar Sherrierose.
Lulusan Melanjutkan Studi ke Berbagai Universitas
Capaian akademik melalui IB dan Cambridge turut memberikan bekal bagi siswa BINUS SCHOOL untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi.
Sejumlah lulusan BINUS SCHOOL tercatat melanjutkan studi ke universitas internasional, antara lain University of Pennsylvania, University College London, Cornell University, The University of Edinburgh, Imperial College London, University of California, Berkeley, University of Washington, Monash University, dan University of Melbourne.
Di dalam negeri, lulusan juga diterima di sejumlah perguruan tinggi seperti BINUS University, BINUS International, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Keberagaman tujuan pendidikan tinggi tersebut menunjukkan bahwa jalur pendidikan internasional dapat menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang memiliki aspirasi untuk melanjutkan studi di berbagai negara maupun perguruan tinggi di Indonesia.
Hadir di Lima Kota
BINUS SCHOOL telah berdiri sejak 1998 dan kini mengembangkan ekosistem pendidikan melalui lima lokasi, yakni Simprug, Serpong, Bekasi, Semarang, dan Surabaya.
Kelima sekolah tersebut menawarkan program IB dan Cambridge yang memiliki pengakuan internasional. Jalur pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan, konteks, serta aspirasi siswa dalam proses pendidikan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun siswa yang purpose-driven dan future-ready. Artinya, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar pencapaian akademik, tetapi juga diberi ruang untuk mengenali minat, mengembangkan kompetensi, serta membangun karakter yang relevan dengan tantangan masa depan.
Menurut Sherrierose, hasil ujian dan keberhasilan siswa diterima di universitas merupakan pencapaian yang penting, tetapi bukan satu-satunya tujuan pendidikan.
“Bagi kami, nilai ujian dan penerimaan di universitas merupakan bagian dari perjalanan, bukan tujuan akhirnya. Lingkungan belajar harus membantu siswa berpikir kritis, mengenali kekuatan mereka, serta memahami tujuan yang ingin dicapai. Melalui semangat Purpose-Driven, Future-Ready, kami berharap lulusan tidak hanya mampu masuk ke universitas yang mereka pilih, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai bidang yang ingin mereka tekuni dan kontribusi yang dapat mereka berikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Dengan capaian IB dan Cambridge yang berada di atas rata-rata global, BINUS SCHOOL terus menempatkan pendidikan internasional sebagai bagian dari pengembangan kemampuan siswa. Konsistensi hasil akademik tersebut berjalan bersama dengan upaya sekolah memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh agar siswa memiliki bekal akademik, keterampilan, dan karakter untuk melanjutkan perjalanan pendidikan maupun memasuki dunia yang semakin kompetitif.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


