Transaksi Kripto Indonesia Naik Saat Bitcoin Tertekan, FLOQ Soroti Peran Investor Digital
QueenNews.id – Pergerakan pasar aset kripto global yang mengalami tekanan tidak mengurangi aktivitas perdagangan aset digital di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional tercatat mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, meningkat 24,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka Rp23,01 triliun.
Kenaikan nilai transaksi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah pengguna aset keuangan digital di Indonesia. Hingga Juni 2026, jumlah akun konsumen aset kripto tercatat mencapai 22,69 juta akun, naik 1,32 persen dibandingkan Mei 2026 yang berjumlah 22,40 juta akun.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan aset kripto tetap berkembang meskipun pasar global menghadapi volatilitas tinggi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah pergerakan harga Bitcoin yang mengalami koreksi cukup signifikan sepanjang Juni 2026.
Berdasarkan Bitcoin Monthly Report, harga Bitcoin tercatat turun sekitar 17,9 persen, dari kisaran US$71.440 pada awal Juni menjadi sekitar US$58.646 pada akhir periode tersebut. Perubahan harga yang cukup tajam ini membuat pelaku pasar melakukan berbagai penyesuaian strategi, mulai dari mengambil peluang perdagangan hingga mengelola risiko investasi.
Volatilitas Pasar Dorong Investor Lebih Aktif
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai peningkatan transaksi kripto nasional menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital masih terjaga meskipun kondisi pasar mengalami tekanan.
Menurutnya, volatilitas harga Bitcoin menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan aktivitas perdagangan karena investor cenderung lebih aktif merespons perubahan harga.
“Kenaikan transaksi kripto hingga Rp28,58 triliun menunjukkan bahwa ekosistem aset digital Indonesia semakin berkembang. Pergerakan Bitcoin yang cukup dinamis sepanjang Juni turut mendorong investor melakukan penyesuaian posisi serta mencari peluang di tengah perubahan pasar,” ujar Yudhono.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan industri aset digital perlu berjalan seiring dengan peningkatan edukasi dan pemahaman risiko. Menurutnya, karakteristik aset kripto yang memiliki volatilitas tinggi membutuhkan kesiapan pengguna dalam mengambil keputusan investasi secara lebih bijak.
“Pertumbuhan pasar aset digital harus didukung oleh akses yang mudah, keamanan layanan, serta edukasi yang memadai. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan industri kripto secara lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Jumlah Investor Kripto Indonesia Terus Bertambah
Selain peningkatan nilai transaksi, jumlah pengguna aset kripto di Indonesia juga terus menunjukkan tren positif. Data OJK mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital mencapai 22,69 juta pada Juni 2026.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut memperlihatkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap aset digital sebagai bagian dari perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Tidak hanya transaksi aset kripto, aktivitas perdagangan derivatif aset keuangan digital juga mengalami peningkatan. OJK mencatat nilai transaksi derivatif mencapai Rp4,19 triliun pada Juni 2026, meningkat 3,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp4,04 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih tetap terjaga.
Menurutnya, perkembangan industri aset digital perlu terus didukung dengan penguatan regulasi, perlindungan konsumen, serta peningkatan literasi agar pertumbuhan sektor ini dapat berlangsung secara berkelanjutan.
FLOQ Perluas Akses Investasi Aset Digital
Melihat perkembangan industri kripto yang semakin luas, berbagai platform aset digital terus berupaya menghadirkan akses investasi yang lebih mudah bagi masyarakat.
FLOQ sebagai platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi OJK menghadirkan berbagai fitur untuk membantu masyarakat mengakses aset kripto secara lebih praktis. Salah satunya melalui fasilitas deposit menggunakan Virtual Account (VA) BCA, BRI, dan Nobu Bank.
Melalui layanan tersebut, pengguna dapat melakukan deposit mulai dari Rp10.000 dan membeli aset kripto mulai dari Rp1.000. Kemudahan ini menjadi bagian dari strategi FLOQ untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi digital.
“Kami melihat potensi pertumbuhan investor kripto Indonesia masih sangat besar. Karena itu, kami terus menghadirkan berbagai kemudahan agar masyarakat dapat memasuki ekosistem aset digital melalui proses yang lebih sederhana dan nyaman,” kata Yudhono.
Hingga saat ini, FLOQ mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dengan jumlah unduhan aplikasi mencapai lebih dari 2 juta kali. Platform tersebut juga mendukung perdagangan lebih dari 100 aset digital.
Selain menyediakan layanan perdagangan aset digital, FLOQ juga menjalankan program edukasi melalui FLOQ Academy sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai aset kripto dan teknologi finansial.
Dengan meningkatnya jumlah pengguna serta nilai transaksi nasional, industri aset digital Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin kuat. Di tengah dinamika pasar global, edukasi, keamanan, dan kemudahan akses menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kripto yang lebih matang.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


