Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kolaborasi Teknologi Deep-Tech Global
QueenNews.id – Indonesia dan India memperkuat hubungan strategis di bidang pendidikan tinggi, penelitian, inovasi teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia melalui kemitraan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia dengan IIT Madras Global Research Foundation (IITM Global).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 5 Agustus 2026 di Indian Institute of Technology Madras (IIT Madras), dalam rangkaian kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yuliarto.
Kemitraan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi Indonesia dan India dalam membangun ekosistem riset serta inovasi yang mampu menghasilkan solusi teknologi bernilai ekonomi tinggi. Fokus utama kerja sama mencakup pengembangan riset bersama, teknologi deep-tech, kewirausahaan berbasis inovasi, pengembangan talenta, hingga percepatan komersialisasi hasil penelitian.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap berbagai inovasi yang selama ini berkembang di lingkungan akademik dapat memiliki jalur yang lebih kuat untuk diterapkan secara nyata melalui startup, industri, maupun sektor ekonomi yang lebih luas.
Dorong Riset Akademik Menjadi Solusi Industri
Salah satu aspek utama dalam kerja sama Indonesia dan IIT Madras adalah membangun penghubung antara dunia penelitian dengan kebutuhan industri. Dengan pendekatan tersebut, hasil riset tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Universitas-universitas di Indonesia nantinya akan memperoleh peluang lebih besar untuk terlibat dalam berbagai program kolaborasi, mulai dari penelitian bersama, pengembangan kapasitas mahasiswa dan peneliti, program inovasi, hingga pengembangan teknologi yang memiliki potensi komersial.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, mengatakan bahwa penguatan kemitraan internasional menjadi salah satu kunci dalam membangun ekonomi berbasis inovasi.
“Indonesia memiliki visi untuk menjadi ekonomi yang kompetitif secara global dan berbasis inovasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi yang mampu mempertemukan universitas, peneliti, mahasiswa, dan pengusaha dengan institusi kelas dunia,” ujar Brian.
Menurutnya, tujuan kerja sama ini bukan hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mendorong transformasi ide menjadi startup, mengembangkan perusahaan berbasis teknologi, hingga menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Bangun Model Inovasi Negara Berkembang
Selain memperkuat hubungan bilateral, kemitraan Indonesia dan IIT Madras juga diarahkan untuk membangun model kerja sama inovasi antarnegara berkembang atau konsep South-South Innovation Partnership.
Melalui pendekatan tersebut, Indonesia dan India ingin menunjukkan bahwa negara-negara berkembang memiliki potensi besar dalam menciptakan teknologi, memperkuat kapasitas riset, serta membangun ekosistem kewirausahaan yang kompetitif.
Chairman IIT Madras Global Research Foundation sekaligus Director IIT Madras, Prof. V. Kamakoti, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan IIT Madras dalam membangun kolaborasi internasional.
“Melalui IIT Madras Global Research Foundation, kami memperluas kemampuan untuk menciptakan solusi bersama yang mampu menjawab berbagai tantangan dunia nyata,” kata Prof. Kamakoti.
Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan kewirausahaan yang memiliki daya saing global sekaligus mempererat hubungan India dan Indonesia.
Diperkuat Dukungan Institusi Riset Kelas Dunia
MoU tersebut ditandatangani oleh Prof. Raghunathan Rengaswamy, Director IIT Madras Global Research Foundation, dan Madhav Narayan, CEO and Director IIT Madras Global Research Foundation, bersama Dr. Mohammad Fauzan Adziman, Director General of Research and Development dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia.
Acara penandatanganan turut disaksikan oleh berbagai pejabat dan akademisi dari kedua negara, termasuk Prof. V. Kamakoti, Prof. Brian Yuliarto, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, serta jajaran pimpinan IIT Madras.
Kerja sama ini juga menjadi tindak lanjut dari komitmen bilateral antara India dan Indonesia dalam memperluas hubungan di sektor pendidikan tinggi, sains, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.
IIT Madras Perkuat Peran sebagai Pusat Teknologi Global
IIT Madras merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi dan riset terkemuka di India. Didirikan pada 1959 sebagai Institute of National Importance, institusi ini memiliki 18 departemen akademik, berbagai pusat penelitian interdisipliner, lebih dari 650 dosen, dan sekitar 10.000 mahasiswa dari berbagai negara.
Selain kekuatan akademik, IIT Madras juga dikenal memiliki ekosistem kewirausahaan yang berkembang melalui IITM Incubation Cell. Institusi ini berhasil mempertahankan posisi teratas dalam kategori Overall pada India Rankings 2025 selama tujuh tahun berturut-turut serta menjadi salah satu pusat inovasi teknologi paling berpengaruh di India.
Dengan adanya kerja sama baru ini, kemampuan riset dan inovasi IIT Madras akan semakin terhubung dengan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi peneliti, mahasiswa, startup, dan pelaku industri dari kedua negara untuk menciptakan teknologi yang memberikan dampak ekonomi dan sosial lebih luas.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


