Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Ajak Mahasiswa Universitas Bina Insan Tak Sekadar Cari IPK, Tapi Juga Cakap Kelola Keuangan
QueenNews.id – Di era ketika investasi dan layanan keuangan digital semakin mudah diakses, memiliki kecakapan mengelola keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Menyadari hal tersebut, PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel mengajak mahasiswa untuk tidak hanya fokus mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kemampuan mengelola keuangan sejak dini.
Komitmen itu diwujudkan melalui kuliah umum yang digelar di Universitas Bina Insan Kota Lubuk Linggau. Ratusan mahasiswa mengikuti kegiatan edukasi yang membahas pentingnya perencanaan keuangan, investasi yang aman, hingga mengenali layanan keuangan yang legal dan produktif.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan generasi muda merupakan kelompok yang akan menentukan wajah perekonomian Indonesia di masa depan. Karena itu, literasi keuangan harus menjadi bagian dari bekal mereka sebelum memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.
“Pegadaian percaya bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai instrumen keuangan secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Novryandi, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga mampu mengelolanya dengan tepat. Kemudahan akses terhadap berbagai produk keuangan dan investasi harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar tidak terjebak pada keputusan finansial yang keliru.
Karena itu, Pegadaian terus memperluas program edukasi ke berbagai kampus sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan nasional.
Sementara itu, Pimpinan Cabang PT Pegadaian Kota Lubuk Linggau, Andri Novrandi Marta, menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang sehat di masyarakat.
“Mahasiswa merupakan generasi yang akan menentukan arah pembangunan ekonomi di masa mendatang. Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan, investasi, serta berbagai layanan keuangan yang aman dan terpercaya,” katanya.
Ia menambahkan, edukasi keuangan tidak lagi menjadi kebutuhan kalangan tertentu, tetapi telah menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap generasi muda.
Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyusun perencanaan keuangan, menentukan tujuan investasi, hingga mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.
Melalui kolaborasi bersama Universitas Bina Insan, Pegadaian berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran untuk membangun masa depan finansial sejak berada di bangku kuliah.
Sinergi antara dunia pendidikan dan industri jasa keuangan ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.


