Ditengah Perayaan PLN, Warga Lahat Menjerit: Listrik Padam, Usaha Kami Merugi
QueenNews.id — Di saat PLN memperingati Hari Listrik Nasional ke-80, masyarakat Kabupaten Lahat, yang dikenal sebagai salah satu lumbung energi listrik di Sumatera, justru kembali mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap pekan.
Padahal, dari wilayah inilah energi listrik yang dihasilkan oleh sejumlah pembangkit besar mengalir ke berbagai daerah di Pulau Sumatera. Namun ironisnya, warga Lahat sendiri kerap hidup dalam gelap karena pemadaman yang berlangsung lama dan berulang.
Keluhan Warga: “Hidup-Mati Terus, Bisa 10 Kali Sehari”
Salah satu warga Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, Seno, mengaku kesal dengan kondisi listrik yang tak menentu.
“Kemarin, Minggu (28/10/2025), listrik di sini hidup-mati terus. Bisa sampai sepuluh kali dari pagi sampai sore. Kondisi ini sering terjadi. Kalau orang PLN sendiri mengalami hal ini, pasti mereka kesal juga,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Gangguan listrik serupa juga dirasakan oleh Olive (33), warga SP 6, yang mengaku mengalami kerugian besar akibat pemadaman yang terus berulang. Olive merupakan pengusaha ternak ayam broiler, di mana listrik menjadi kebutuhan vital untuk menyalakan blower kandang.
“Tanpa blower, ayam bisa mati semua. Padam sebentar saja bisa ada yang mati, apalagi kalau seharian,” ungkapnya.
Olive menjelaskan, dalam satu minggu listrik bisa padam hingga empat kali di hari yang berbeda, dan kondisi ini sudah terjadi hampir selama satu tahun terakhir.
Genset Jadi Andalan, Tapi Solar Sulit Didapat
Untuk mengatasi padamnya listrik, Olive terpaksa mengoperasikan genset, namun hal itu bukan solusi ideal karena harga dan ketersediaan BBM (solar) yang terbatas.
“Satu jerigen solar 20 liter hanya bisa untuk lima jam. Kalau padam seharian, tidak cukup. Kita juga sudah sering lapor ke PLN, tapi jawabannya selalu sama: sedang ada pemeliharaan atau gangguan jaringan,” keluhnya.
Olive menegaskan, jika pemadaman hanya sekali dalam seminggu, masyarakat masih bisa memaklumi. Namun jika terjadi empat kali dalam seminggu, PLN seharusnya bertanggung jawab memperbaiki kinerja dan layanan.
“Sudah hampir setahun tidak ada perubahan. Kalau alasannya selalu pemeliharaan, artinya PLN tidak ada kemajuan. Kita berencana melaporkan kondisi ini ke Komisi II DPRD Lahat,” tegasnya.
Penjelasan PLN: Gangguan Akibat Cuaca dan Pohon Tumbang
Sementara itu, Manager PLN ULP Lembayung Lahat, Rizki Tungguan, membenarkan bahwa pada Minggu lalu memang dilakukan pemeliharaan jaringan, termasuk pekerjaan ROW jaringan dan perbaikan alat. Selain itu, pemadaman juga disebabkan oleh gangguan hewan serta pohon tumbang akibat cuaca buruk.
“Di Bandar Jaya memang ada pemeliharaan jaringan. Sedangkan di SP 6, kami masih terkendala izin untuk menebang pohon, jadi baru bisa dilakukan pemangkasan hari ini,” ujar Rizki.
Rizki menambahkan, sebagian besar kabel jaringan PLN di Lahat masih menggunakan kabel tanpa pembungkus, sehingga sangat sensitif terhadap sentuhan benda luar yang bisa menyebabkan trip.
“Kalau kabel tersentuh sedikit saja bisa langsung trip. Karena itu kami lakukan pemangkasan pohon secara berkala. Untuk penggantian kabel berbungkus, sudah kami ajukan dan diupayakan terealisasi tahun depan,” jelasnya.
Harapan Masyarakat: Lahat Terang Tanpa Gangguan
Masyarakat berharap, sebagai daerah penghasil energi listrik, Kabupaten Lahat tidak lagi menjadi korban dari sistem yang seharusnya menopang kebutuhan listrik Sumatera.
Mereka menuntut PLN untuk menghadirkan pelayanan listrik yang lebih andal, stabil, dan responsif terhadap keluhan pelanggan.
“PLN boleh merayakan Hari Listrik Nasional, tapi seharusnya juga memastikan masyarakat bisa menikmati listrik tanpa gangguan,” ujar warga setempat.


