BRI Finance Catat Lonjakan Pembiayaan EV Seiring Dukungan Regulasi Pajak Kendaraan Listrik
QueenNews.id – Tren adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin positif seiring meningkatnya dukungan regulasi dari pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu kebijakan yang mendapat sorotan adalah pembebasan pajak kendaraan listrik di Provinsi DKI Jakarta, yang dinilai mampu mendorong minat masyarakat serta memperkuat pertumbuhan industri pendukung, termasuk sektor pembiayaan ramah lingkungan atau green financing.
BRI Finance menyambut baik kebijakan ini, yang diyakini memberikan insentif signifikan bagi calon pemilik EV. Menurut Aditia Fakhri Ramadhani, Corporate Secretary BRI Finance, “Dengan adanya pembebasan pajak, biaya kepemilikan kendaraan listrik menjadi lebih efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya tarik EV bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi industri pembiayaan untuk memperluas portofolio yang mendukung prinsip keberlanjutan.”
Perkembangan positif pasar kendaraan listrik di Indonesia tidak lepas dari kombinasi faktor, mulai dari regulasi yang semakin kondusif, ketersediaan produk EV yang beragam, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Transformasi menuju kendaraan listrik memang membutuhkan waktu, namun arah pertumbuhannya semakin jelas dan didukung berbagai kebijakan pemerintah, menurut Dhani, analis industri otomotif BRI Finance.
Dalam menangkap momentum ini, BRI Finance memperkuat strategi bisnis melalui ekspansi kerja sama dengan dealer dan produsen otomotif, serta optimalisasi saluran pemasaran untuk menjangkau calon konsumen EV lebih luas. Perseroan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan dengan memperhatikan tren pasar dan profil kebutuhan konsumen, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berkelanjutan.
Data menunjukkan tren yang menguat. Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik BRI Finance meningkat sekitar 13,74 kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya. Secara industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026, tumbuh 35,27% secara tahunan, menegaskan minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis energi bersih semakin tinggi.
Dengan kombinasi regulasi pro-lingkungan, insentif fiskal, dan dukungan industri, ekosistem kendaraan listrik di Indonesia diprediksi terus berkembang, membuka peluang bisnis dan investasi berkelanjutan yang signifikan bagi sektor pembiayaan serta industri otomotif.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


