HEALTHY AND BEAUTY

Jarang Berhubungan? Ini 12 Dampak yang Bisa Terjadi pada Kesehatan? Ini Penjelasannya

Jarang Berhubungan? Ini 12 Dampak yang Bisa Terjadi pada Kesehatan? Ini Penjelasannya
Pasang Iklan di QueenNews.id

QUEENNEWS.ID – Kehidupan rumah tangga yang harmonis tidak hanya dibangun melalui komunikasi dan kebersamaan, tetapi juga kedekatan emosional antara pasangan. Salah satu bentuk kedekatan tersebut adalah hubungan intim yang sehat dan berkualitas.

Namun dalam perjalanan hidup, tidak sedikit pasangan yang mengalami masa-masa ketika frekuensi hubungan intim berkurang atau bahkan berhenti dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kesibukan, kondisi kesehatan, usia, stres, hingga pilihan pribadi dan keyakinan tertentu.

Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berhentinya aktivitas seksual dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis seseorang. Dampaknya tentu berbeda pada setiap individu, tergantung usia, kondisi kesehatan, serta gaya hidup yang dijalani.

Berikut beberapa perubahan yang disebut dapat terjadi ketika seseorang terlalu lama tidak melakukan hubungan intim.

1. Tingkat Stres Lebih Mudah Meningkat

Aktivitas intim diketahui mampu merangsang pelepasan hormon endorfin dan oksitosin yang berperan menciptakan rasa nyaman dan rileks. Ketika hubungan intim berkurang dalam waktu lama, sebagian orang mungkin lebih rentan mengalami ketegangan emosional dan stres.

2. Kesehatan Jantung Bisa Terpengaruh

Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara aktivitas seksual yang sehat dengan kesehatan jantung. Hal ini karena hubungan intim juga melibatkan aktivitas fisik yang membantu tubuh tetap aktif serta mendukung kesehatan mental.

3. Daya Ingat Berpotensi Menurun

Berita lainnya :  Berikut Skincare yang Wajib Dibawa Saat Mudik agar Tetap Fresh dan Glowing

Sejumlah studi mengaitkan aktivitas seksual yang teratur dengan fungsi kognitif yang lebih baik, terutama pada kelompok usia lanjut. Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, hubungan ini menjadi salah satu temuan yang menarik perhatian para ahli.

4. Sistem Kekebalan Tubuh Kurang Optimal

Penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas seksual yang seimbang dapat membantu meningkatkan produksi antibodi tertentu yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh terhadap infeksi.

5. Kedekatan Emosional dengan Pasangan Berkurang

Hubungan intim bukan hanya soal fisik, tetapi juga sarana membangun ikatan emosional. Ketika aktivitas tersebut berkurang tanpa komunikasi yang baik, sebagian pasangan dapat merasakan penurunan kedekatan dan kepuasan dalam hubungan.

6. Gairah Seksual Menurun

Pasang Iklan di QueenNews.id

Semakin lama seseorang tidak melakukan aktivitas seksual, sebagian individu dapat mengalami penurunan dorongan atau minat terhadap hubungan intim. Kondisi ini dapat terjadi secara bertahap dan berbeda pada setiap orang.

7. Perubahan pada Kesehatan Area Kewanitaan

Pada perempuan yang telah memasuki masa menopause, kurangnya aktivitas seksual dalam jangka panjang dapat berhubungan dengan berkurangnya elastisitas jaringan kewanitaan akibat perubahan hormon alami.

8. Produksi Pelumas Alami Berkurang

Perubahan hormon estrogen pada wanita usia lanjut juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menghasilkan pelumas alami, sehingga dapat menyebabkan rasa kurang nyaman saat berhubungan intim.

9. Kesehatan Prostat Perlu Diperhatikan

Beberapa penelitian mengamati adanya hubungan antara frekuensi ejakulasi dan kesehatan prostat pada pria. Namun para ahli menegaskan bahwa temuan ini masih terus diteliti dan belum dapat dijadikan kesimpulan mutlak.

Berita lainnya :  Apakah SPF Tinggi Selalu Lebih Baik untuk Kulit Bayi?

10. Kualitas Tidur Menurun

Hubungan intim dapat membantu tubuh melepaskan hormon yang mendukung relaksasi dan kualitas tidur yang lebih baik. Karena itu, sebagian orang melaporkan lebih mudah tidur nyenyak setelah melakukan aktivitas tersebut.

11. Toleransi terhadap Rasa Nyeri Berkurang

Saat mencapai orgasme, tubuh menghasilkan berbagai hormon yang dapat membantu mengurangi persepsi terhadap rasa nyeri. Efek inilah yang membuat sebagian orang merasa lebih nyaman dan rileks setelah berhubungan intim.

12. Risiko Gangguan Ereksi Dapat Meningkat

Pada pria, beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seksual yang teratur dapat membantu menjaga fungsi ereksi tetap optimal. Sebaliknya, kurangnya aktivitas seksual dalam waktu lama disebut dapat meningkatkan risiko gangguan ereksi, terutama pada usia lanjut.

Menjaga Keseimbangan dan Komunikasi

Meski sejumlah penelitian menemukan berbagai manfaat kesehatan dari hubungan intim, para ahli menegaskan bahwa kualitas hubungan pasangan tidak semata-mata ditentukan oleh frekuensi aktivitas seksual.

Komunikasi yang terbuka, saling memahami kebutuhan pasangan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental tetap menjadi fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Jika terdapat keluhan terkait kesehatan reproduksi atau kehidupan intim, berkonsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah yang tepat untuk mendapatkan solusi yang sesuai. (bbs)

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ilustrasi tips mencegah dan merawat jerawat.
HEALTHY AND BEAUTY

Berikut 7 Tips Ampuh Mencegah dan Merawat Jerawat

QueenNews.id — Jerawat bisa muncul akibat berbagai faktor seperti perubahan hormon, stres, pola makan, atau kebersihan kulit yang kurang terjaga.
Ilustrasi Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Berkilau.
HEALTHY AND BEAUTY

Berikut 7 Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Berkilau

  • Kamis, 27 Maret 2025
QueenNews.id – Memiliki rambut yang sehat dan berkilau adalah impian banyak orang. Namun, paparan polusi, penggunaan produk kimia, serta kebiasaan