HEALTHY AND BEAUTY

Nyeri Saat Hubungan Intim pada Pengantin Baru, Normal atau Perlu Diwaspadai? Ini Penjelasan Dokter

Nyeri Saat Hubungan Intim pada Pengantin Baru, Normal atau Perlu Diwaspadai? Ini Penjelasan Dokter
Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id – Tidak sedikit pasangan pengantin baru yang merasa khawatir ketika mengalami nyeri saat melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya atau pada beberapa minggu pertama pernikahan. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan dalam banyak kasus dapat diatasi setelah penyebabnya diketahui.

Menurut para ahli, rasa nyeri saat berhubungan intim atau dispareunia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya pelumasan alami, ketegangan otot akibat rasa cemas, hingga adanya infeksi pada saluran kemih atau organ reproduksi.

Meski sering kali tidak berbahaya, keluhan yang berlangsung berulang atau disertai gejala lain tetap perlu diperiksakan ke dokter.

1. Kurangnya Pelumasan Alami

Salah satu penyebab paling sering adalah kurangnya pelumasan alami pada vagina.

Pelumasan yang belum optimal dapat meningkatkan gesekan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri saat penetrasi.

Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya rangsangan, rasa gugup, perubahan hormon, atau efek samping obat tertentu.

Apabila diperlukan, pasangan dapat menggunakan pelumas berbahan dasar air yang aman dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

2. Rasa Cemas Membuat Otot Menegang

Pengalaman pertama berhubungan intim dapat memunculkan rasa gugup atau khawatir pada sebagian pasangan.

Kecemasan tersebut dapat menyebabkan otot dasar panggul berkontraksi secara tidak sadar sehingga proses penetrasi menjadi lebih sulit dan terasa nyeri.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai vaginismus, yaitu kontraksi otot vagina yang terjadi secara refleks.

Berita lainnya :  Cuaca Panas Melanda, Ahli Gizi Ingatkan Cek Warna Urine untuk Hindari Dehidrasi

Komunikasi yang baik dengan pasangan dan menciptakan suasana yang nyaman dapat membantu mengurangi ketegangan.

3. Infeksi Saluran Kemih

Sebagian pengantin baru juga dapat mengalami infeksi saluran kemih (ISK) setelah mulai aktif berhubungan intim.

Kondisi ini kadang disebut sebagai honeymoon cystitis, yaitu infeksi yang dapat terjadi akibat perpindahan bakteri ke saluran kemih.

Gejalanya antara lain rasa perih saat buang air kecil, keinginan buang air kecil yang lebih sering, nyeri di area bawah perut, atau urine yang tampak keruh.

Apabila mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pasang Iklan di QueenNews.id

4. Infeksi pada Area Kewanitaan

Infeksi jamur atau bakteri pada vagina juga dapat menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan intim.

Selain nyeri, kondisi ini biasanya disertai keluhan seperti keputihan yang berubah warna atau berbau, rasa gatal, hingga sensasi terbakar.

Pengobatan perlu disesuaikan dengan penyebab infeksi sehingga pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sangat dianjurkan.

5. Iritasi atau Luka Ringan

Kulit di area intim memiliki jaringan yang sensitif sehingga lebih mudah mengalami iritasi.

Penggunaan sabun dengan kandungan bahan kimia yang keras, produk pembersih tertentu, atau gesekan berlebihan dapat menyebabkan lecet ringan dan rasa tidak nyaman.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk menggunakan produk kebersihan yang lembut dan menghindari penggunaan bahan yang berpotensi menimbulkan iritasi.

Berita lainnya :  Glowing Tanpa Filter: Perawatan yang Wajib Dicoba oleh Semua Wanita

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri ringan yang hanya terjadi sesekali dapat membaik dengan sendirinya. Namun, pemeriksaan medis perlu dilakukan apabila:

Nyeri berlangsung berulang atau semakin berat. Disertai perdarahan yang tidak biasa.

Muncul keputihan berbau menyengat atau berubah warna.

Terjadi demam.

Timbul nyeri hebat saat buang air kecil. Keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari atau hubungan dengan pasangan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Cara Mengurangi Risiko Nyeri

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman antara lain:

Membangun komunikasi yang terbuka dengan pasangan.
Tidak terburu-buru dan memastikan kedua belah pihak merasa nyaman.
Menjaga kebersihan area genital dengan benar.
Buang air kecil setelah berhubungan intim untuk membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih.
Menggunakan pelumas berbahan dasar air apabila diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Nyeri saat hubungan intim pada pengantin baru merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis.

Sebagian besar kasus dapat diatasi setelah penyebabnya diketahui. Namun, apabila nyeri berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi agar mendapatkan penanganan yang tepat. (bbs)

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ilustrasi tips mencegah dan merawat jerawat.
HEALTHY AND BEAUTY

Berikut 7 Tips Ampuh Mencegah dan Merawat Jerawat

QueenNews.id — Jerawat bisa muncul akibat berbagai faktor seperti perubahan hormon, stres, pola makan, atau kebersihan kulit yang kurang terjaga.
Ilustrasi Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Berkilau.
HEALTHY AND BEAUTY

Berikut 7 Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Berkilau

  • Kamis, 27 Maret 2025
QueenNews.id – Memiliki rambut yang sehat dan berkilau adalah impian banyak orang. Namun, paparan polusi, penggunaan produk kimia, serta kebiasaan