Bukan Sekadar Faktor Umur, Ini Penyebab Gairah Wanita Lansia Menurun
QUEENNEWS.ID – Keharmonisan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui komunikasi dan kebersamaan, tetapi juga kedekatan emosional antara pasangan. Namun seiring bertambahnya usia, dinamika hubungan suami istri dapat mengalami berbagai perubahan, termasuk dalam kehidupan intim.
Pada sebagian wanita yang telah memasuki usia lanjut, keinginan untuk melakukan hubungan intim terkadang mengalami penurunan. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa penyebabnya tidak sesederhana itu.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang memasuki masa menopause cenderung mengalami perubahan pada fungsi seksual. Perubahan hormon yang terjadi secara alami dapat memengaruhi gairah, kenyamanan, hingga kepuasan dalam hubungan suami istri.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Endocrinology & Metabolism Clinics of North America pada tahun 2015 menyimpulkan bahwa gangguan fungsi seksual pada perempuan meningkat seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut cukup umum ditemukan pada wanita yang telah memasuki masa menopause.
Menurut praktisi kesehatan, terdapat beberapa perubahan fisiologis yang dapat memengaruhi kualitas kehidupan intim perempuan lanjut usia. Salah satunya adalah menurunnya hasrat seksual yang terjadi secara alami akibat perubahan hormonal.
Selain itu, area kewanitaan juga dapat mengalami penurunan kelembapan alami sehingga memunculkan rasa kurang nyaman saat berhubungan dengan pasangan. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat sebagian wanita memilih menghindari aktivitas seksual.
Meski demikian, faktor fisik bukanlah satu-satunya penyebab yang berperan. Berbagai penelitian internasional yang melibatkan peneliti dari Inggris dan Australia menemukan bahwa aspek psikologis serta faktor sosial memiliki pengaruh yang tidak kalah besar terhadap kehidupan seksual perempuan di usia senja.
Tekanan emosional, perubahan peran dalam keluarga, hingga kondisi kesehatan pasangan dapat memengaruhi kualitas hubungan intim. Dalam banyak kasus, kebutuhan emosional perempuan yang lebih matang juga mengalami perubahan.
Psikolog Ikhsan Bella Persada menjelaskan bahwa ketika masih berusia muda, kebutuhan akan kasih sayang, perhatian, dan kedekatan emosional sering kali diwujudkan melalui hubungan seksual. Namun ketika usia bertambah, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi melalui bentuk keintiman lain yang lebih sederhana.
Kebersamaan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, saling mendukung, berbincang hangat, hingga berpelukan dapat memberikan rasa nyaman dan kedekatan emosional yang sama bermaknanya bagi pasangan lansia.
Selain itu, perubahan penampilan fisik yang terjadi secara alami juga dapat memengaruhi rasa percaya diri perempuan. Kerutan, perubahan bentuk tubuh, maupun perubahan kondisi kulit sering kali membuat sebagian wanita merasa tidak lagi menarik seperti saat masih muda.
Perasaan tersebut dapat memunculkan keraguan dan menurunkan kepercayaan diri dalam menjalin hubungan intim dengan pasangan. Karena itu, dukungan emosional dari pasangan menjadi faktor penting untuk membantu menjaga keharmonisan rumah tangga di usia lanjut.
Para ahli menekankan bahwa menurunnya frekuensi hubungan intim pada lansia bukan berarti berkurangnya cinta dan kasih sayang. Justru, kedekatan emosional, komunikasi yang sehat, serta saling memahami kebutuhan pasangan menjadi kunci utama untuk mempertahankan hubungan yang hangat dan harmonis hingga usia senja. (bbs)


