BRI Finance Perkuat Portofolio dan Optimisme Bisnis Meski Rupiah Melemah
QueenNews.id – Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi tantangan tersendiri bagi industri otomotif dan sektor pembiayaan di Indonesia pada tahun ini. Namun, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tetap melihat peluang pertumbuhan, seiring permintaan masyarakat terhadap kendaraan sebagai sarana mobilitas dan penunjang aktivitas produktif yang relatif stabil.
Menurut Aditia Fakhri Ramadhani, Corporate Secretary BRI Finance, “Perubahan nilai tukar rupiah memang dapat menekan harga kendaraan dan berdampak pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kami terus memantau kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara adaptif untuk menjaga kestabilan portofolio.”
Hingga April 2026, perusahaan berhasil mempertahankan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,40%, masih berada dalam batas aman yang ditetapkan regulator. Dari sisi portofolio, pembiayaan kendaraan tetap menjadi kontributor utama. Pembiayaan mobil baru menyumbang 34,75%, sementara mobil bekas memberikan kontribusi 8,82% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance.
Meski menghadapi tekanan eksternal, permintaan pembiayaan kendaraan menunjukkan ketahanan yang solid. Menurut Dhani, analis industri BRI Finance, “Prospek pembiayaan kendaraan hingga akhir tahun masih menjanjikan. Kebutuhan mobilitas masyarakat tetap tinggi, sementara permintaan kendaraan di berbagai segmen masih terjaga, menjadi faktor utama yang mendukung optimisme kami.”
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BRI Finance memperkuat manajemen risiko, memastikan kualitas portofolio tetap terjaga, dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Selain itu, perusahaan juga mempererat kerja sama dengan dealer dan mitra strategis, menghadirkan program pembiayaan yang kompetitif serta sesuai kebutuhan pasar.
Dengan strategi ini, BRI Finance optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus memberikan solusi pembiayaan yang relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


