Pegadaian Go Global, Buka Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
QueenNews.id – PT Pegadaian terus memperluas kiprahnya di kancah internasional sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan.
Di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pegadaian kini melangkah ke tingkat global melalui penguatan kerja sama pendanaan internasional hingga pembukaan kantor cabang luar negeri pertama di Timor-Leste.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pegadaian untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mengembangkan ekosistem Bank Emas nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis domestik, tetapi juga membuka peluang ekspansi di pasar internasional.
“Pegadaian terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berinvestasi maupun memanfaatkan emas sebagai instrumen pembiayaan. Melalui penguatan ekosistem Bank Emas, kami optimistis mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional,” ujar Novryandi.
Ekspansi global tersebut diwujudkan melalui penguatan struktur pendanaan bersama Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), pengembangan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, serta pembukaan kantor cabang luar negeri pertama di Timor-Leste.
Di saat yang sama, Pegadaian juga terus memperkuat bisnis emas di dalam negeri. Hingga Mei 2026, total kelolaan emas perusahaan telah mencapai 153,72 ton, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap berbagai layanan investasi berbasis emas.
Sebagai perusahaan jasa keuangan yang telah mengantongi izin usaha Bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pegadaian kini menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memiliki ekosistem Bank Emas terintegrasi, mulai dari layanan investasi, penyimpanan emas melalui vault berstandar internasional, perdagangan emas, hingga pengolahan dan ritel melalui anak usaha Galeri 24.
Transformasi tersebut turut berdampak pada kinerja keuangan perusahaan. Hingga 30 April 2026, Pegadaian membukukan laba bersih sebesar Rp4,38 triliun, meningkat 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Total aset juga tumbuh menjadi Rp183,8 triliun, sementara Outstanding Loan (OSL) Gross mencapai Rp153,6 triliun.
Menurut Novryandi, pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi Pegadaian untuk terus memperluas jangkauan bisnis sekaligus memperkuat perannya sebagai perusahaan jasa keuangan nasional yang mampu bersaing di tingkat global.
“Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama bagi Pegadaian untuk terus bertumbuh. Kami akan terus menghadirkan inovasi, memperkuat kualitas layanan, dan mengembangkan ekosistem emas agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi masyarakat maupun perekonomian nasional,” katanya.


