Indonesia-India Semakin Dekat, Prabowo dan Modi Dorong Kolaborasi Besar Abad ke-21
QueenNews.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia dengan menghadiri acara Indian Community Reception yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (7/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali kedekatan hubungan Indonesia dan India. Kedua pemimpin menilai bahwa hubungan bilateral kedua negara tidak hanya terbentuk melalui kerja sama diplomasi antar pemerintah, tetapi juga berakar kuat pada sejarah panjang, kesamaan nilai budaya, demokrasi, serta hubungan masyarakat kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad.
Dalam sambutannya, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan bahwa hubungan India dan Indonesia merupakan salah satu contoh nyata bagaimana dua peradaban besar dapat membangun hubungan yang bertahan melewati berbagai perubahan zaman. Menurutnya, jejak kedekatan kedua bangsa masih terlihat jelas melalui berbagai warisan budaya yang hingga kini tetap hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Modi mencontohkan keberadaan prasasti kuno dengan pengaruh bahasa Sansekerta, kisah Mahabharata yang terus diwariskan melalui seni pertunjukan wayang kulit, hingga tradisi keagamaan dan budaya seperti perayaan Waisak serta penghormatan terhadap Dewi Sri yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nusantara.
Selain aspek budaya, Modi juga menyoroti hubungan sejarah antara Muara Jambi di Sumatra dan Universitas Nalanda di India. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa lampau, ketika Nalanda menjadi pusat pendidikan besar yang menarik pelajar dari berbagai wilayah Asia. Hubungan intelektual itu, kata Modi, kembali berkembang melalui Universitas Nalanda modern yang kini turut menerima mahasiswa dari Indonesia.
“Di abad ke-21 ini, kedua negara sedang membangun masa depan baru dengan mengambil inspirasi dari sejarah yang sama,” ujar Modi.
Menurut Modi, fondasi sejarah tersebut menjadi kekuatan penting bagi Indonesia dan India untuk memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kemaritiman.
Ia juga menekankan posisi geografis kedua negara yang memiliki kepentingan bersama di kawasan Samudra Hindia. Modi menyebut Pulau Great Nicobar di India hanya berjarak sekitar 850 kilometer dari Aceh, sehingga Indonesia dan India merupakan negara tetangga yang memiliki hubungan strategis dalam pengembangan konektivitas dan perdagangan maritim.
Ketika India memperkuat pembangunan pelabuhan, membuka jalur pelayaran baru, serta meningkatkan aktivitas perdagangan laut, Indonesia dinilai menjadi mitra penting yang dapat memperkuat stabilitas dan pertumbuhan kawasan.
Modi turut menyampaikan optimisme terhadap perkembangan ekonomi India yang terus tumbuh melalui reformasi, peningkatan produktivitas, dan inovasi dari masyarakatnya. Ia meyakini kerja sama yang semakin erat dengan Indonesia akan membuka peluang besar bagi kedua negara.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman India sebagai negara demokrasi terbesar di dunia.
Prabowo mengatakan demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang memiliki tantangan besar karena harus mampu menjaga stabilitas politik, menghadapi berbagai tekanan, serta tetap menjamin partisipasi masyarakat. Namun demikian, ia menilai demokrasi tetap menjadi jalan terbaik untuk menghadirkan keadilan, harapan, dan kehidupan berbangsa yang inklusif.
Presiden mengapresiasi keberhasilan India dalam menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman etnis, bahasa, dan budaya. Menurutnya, pengalaman India dalam menjalankan proses demokrasi dan pergantian pemerintahan secara damai menjadi contoh yang dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia.
“Yang penting adalah masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengenang kunjungannya sebagai tamu kehormatan dalam peringatan Hari Republik India tahun 2025. Ia menyebut momen tersebut memiliki nilai sejarah karena Presiden pertama RI Soekarno sebelumnya juga pernah menjadi tamu utama dalam perayaan Hari Republik India pertama pada 1950.
Prabowo turut menyampaikan apresiasinya kepada Narendra Modi dan menyebut dirinya memiliki kekaguman pribadi terhadap kepemimpinan Perdana Menteri India tersebut.
Di sisi lain, Modi mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo dan masyarakat Indonesia sejak kedatangannya di Jakarta. Ia menyebut hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kepentingan strategis, tetapi juga melalui kedekatan emosional antar masyarakat.
Modi mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat dan para pelajar Indonesia yang menyambut kedatangannya di Istana Merdeka. Baginya, sambutan tersebut mencerminkan persahabatan tulus antara rakyat Indonesia dan India.
Menutup sambutannya, Modi menyampaikan harapan agar hubungan kedua negara ke depan mampu menghasilkan kerja sama yang jauh lebih besar. Dengan merujuk pada judul film Bollywood populer “Kuch Kuch”, Modi mengatakan bahwa kolaborasi India dan Indonesia tidak hanya akan menghasilkan beberapa pencapaian, tetapi berbagai keberhasilan besar yang dapat dirasakan bersama.
Indian Community Reception menjadi penutup hangat agenda hari pertama kunjungan kenegaraan Narendra Modi di Jakarta. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia-India tidak hanya berdiri atas dasar kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga diperkuat oleh sejarah, budaya, serta ikatan persahabatan masyarakat kedua negara.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


