LAIN-LAIN

IDX, BRIDS, dan IIX Dorong Pengembangan Obligasi Tematik Indonesia

Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id – Bursa Efek Indonesia (IDX), Impact Investment Exchange (IIX), dan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan pasar obligasi tematik di Indonesia, seiring besarnya potensi pasar obligasi domestik yang mencapai sekitar Rp7.800 triliun.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Thematic Bonds Roundtable bertajuk “Indonesia’s Trillion-Rupiah Opportunity: Advancing an Inclusive and Resilient Economy through Thematic Bonds” di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Forum tersebut mempertemukan calon penerbit obligasi dengan berbagai pelaku pasar modal untuk membahas peluang pengembangan instrumen utang tematik, mulai dari kesiapan sebelum penerbitan, pengelolaan setelah penerbitan, hingga pengembangan transaksi berbasis dampak.

Salah satu instrumen yang menjadi perhatian utama adalah Orange Bond, yaitu instrumen pendanaan yang diarahkan untuk mendukung kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pasar Obligasi Indonesia Capai Rp7.800 Triliun

Indonesia tercatat memiliki salah satu pasar obligasi mata uang lokal terbesar di Asia Tenggara dengan nilai outstanding sekitar Rp7.800 triliun atau setara USD480 miliar.

Namun, lebih dari 90 persen pasar obligasi domestik masih didominasi surat utang negara. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran pemerintah sekaligus membuka ruang yang cukup luas bagi korporasi untuk meningkatkan penerbitan instrumen utang berkelanjutan.

Indonesia sebelumnya juga telah membangun posisi cukup kuat dalam keuangan berkelanjutan melalui penerbitan green sukuk.

Momentum berikutnya muncul melalui penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk oleh sektor korporasi. Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa instrumen pembiayaan berorientasi dampak tidak lagi hanya bergantung pada penerbit pemerintah.

Indonesia bahkan mencatat komitmen penerbitan Orange Bond dalam skala besar serta menjadi negara pertama yang menerbitkan Orange Sukuk.

Target Orange Capital USD10 Miliar pada 2030

Pengembangan instrumen tersebut sejalan dengan target Indonesia untuk menghimpun Orange Capital sebesar USD10 miliar pada 2030.

Target itu diarahkan untuk mendukung pemberdayaan sekitar 100 juta perempuan, anak perempuan, dan kelompok minoritas gender, terutama dalam kaitannya dengan aksi iklim serta pembangunan berkelanjutan yang memiliki perspektif gender.

Berita lainnya :  Pentingnya Customer Relationship Management & Software CRM

Bursa Efek Indonesia menilai momentum pertumbuhan instrumen berkelanjutan memberikan peluang untuk meningkatkan penghimpunan dana melalui pasar utang.

Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia, Listyorini Dian Pratiwi, menyampaikan bahwa nilai penghimpunan dana melalui instrumen utang berkelanjutan terus menunjukkan perkembangan.

Menurut dia, sejak 2023 kontribusi instrumen tersebut telah melampaui 10 persen dari total nilai penghimpunan dana instrumen utang di bursa.

Ia menilai penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk oleh PNM menjadi salah satu indikator adanya minat investor terhadap instrumen investasi yang memiliki fokus pada isu gender.

Dengan basis investor yang terus bertambah, pasar Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk menyerap lebih banyak penerbitan instrumen utang berkelanjutan dengan ukuran transaksi yang semakin besar.

Korporasi Mulai Berperan Lebih Besar

Founder dan CEO Impact Investment Exchange, Prof. Shahnaz, menilai keterlibatan korporasi menjadi salah satu perkembangan penting dalam pertumbuhan pasar obligasi tematik Indonesia.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Menurutnya, pengembangan Orange Bond menunjukkan bahwa pendanaan berbasis dampak dapat bergerak dari dominasi neraca pemerintah menuju pasar korporasi secara lebih luas.

IIX selama ini mengembangkan berbagai instrumen dan infrastruktur pasar yang berorientasi pada kesetaraan gender serta ketahanan iklim.

Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar penting karena memiliki skala pasar modal besar sekaligus agenda pengembangan keuangan berkelanjutan yang semakin luas.

Kolaborasi antara regulator, bursa, perusahaan sekuritas, penerbit, dan investor dinilai menjadi faktor penting untuk memperbesar jumlah transaksi dan membangun pasar yang berkesinambungan.

BRIDS Lihat Peluang Pendanaan Korporasi

BRI Danareksa Sekuritas juga melihat obligasi tematik sebagai alternatif sumber pendanaan yang semakin relevan bagi korporasi.

Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa instrumen tersebut dapat mempertemukan kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan meningkatnya perhatian investor terhadap investasi berkelanjutan.

BRIDS sebelumnya terlibat sebagai Joint Lead Underwriter dalam sejumlah penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk, termasuk transaksi yang dilakukan PNM dan FIF.

Berita lainnya :  BRI Region 6/Jakarta 1 Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen berbasis dampak mulai terbentuk, meski pipeline penerbit masih perlu diperluas.

Kolaborasi bersama IDX dan IIX diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan mempertimbangkan obligasi tematik sebagai salah satu pilihan pendanaan di pasar modal.

Bahas Praktik Penerbitan hingga Pipeline Transaksi

Indonesia Thematic Bonds Roundtable tidak hanya membahas potensi pasar secara umum.

Forum juga mengangkat sejumlah aspek teknis, termasuk kerangka sebelum dan sesudah penerbitan, pengukuran dampak, kesiapan calon penerbit, hingga praktik terbaik dari transaksi obligasi tematik yang telah dilakukan.

Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan dari Bursa Efek Indonesia, pengenalan Orange Bond oleh IIX, serta diskusi mengenai pengalaman penerbitan Orange Bond di Indonesia yang melibatkan BRIDS, IIX, dan PT Permodalan Nasional Madani.

Pembahasan tersebut diharapkan membantu calon penerbit memahami kebutuhan struktur, pelaporan, serta aspek yang harus dipersiapkan sebelum masuk ke pasar.

Dalam jangka panjang, pengembangan obligasi tematik juga berpotensi memperluas pilihan instrumen bagi investor yang ingin menggabungkan pertimbangan imbal hasil dengan dampak sosial maupun lingkungan.

Potensi Pasar Masih Terbuka Lebar

Besarnya nilai pasar obligasi Indonesia menjadi modal penting bagi perkembangan instrumen tematik.

Namun, dominasi surat utang pemerintah menunjukkan bahwa porsi penerbitan korporasi masih memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.

Masuknya perusahaan ke pasar Orange Bond, green bond, sustainability bond, maupun instrumen tematik lainnya dapat memperluas sumber pembiayaan sekaligus meningkatkan variasi produk investasi di pasar modal domestik.

Indonesia Thematic Bonds Roundtable diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kebutuhan penerbit dengan kesiapan investor serta infrastruktur pasar yang tersedia.

Jika pipeline transaksi mampu terus berkembang, obligasi tematik berpotensi menjadi salah satu instrumen yang semakin penting dalam pembiayaan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aksi ratusan Drone yang terbang di atas Sungai Musi.
LAIN-LAIN

Perayaan Malam Tahun Baru Spektakuler di Palembang dengan Ratusan Drone Menari di Atas Sungai Musi

  • Senin, 1 Januari 2024
Queennews.id – Detik- detik jelang malam pergantian tahun di Kota Palembang tahun ini menampilkan pertunjukan yang luar biasa bertajuk “Palembang Bersinar”.
Ilustrasi. (Ist)
LAIN-LAIN

Berikut 5 Cara Mengatasi Kulit yang Wajah Kering

Queennews.id — Setiap perempuan tentu menginginkan memiliki kulit wajah yang sehat, lembab dan glowing, namun berbagai permasalahan kulit kerapkali menghampiri,