Marclan International Perkuat Strategi Sales dan Marketing untuk Semester Kedua 2026
QueenNews.id – Marclan International kembali menggelar Sales & Marketing Conference 2026 sebagai bagian dari evaluasi kinerja semester pertama sekaligus langkah konsolidasi untuk menghadapi paruh kedua tahun ini. Konferensi yang diselenggarakan untuk kedua kalinya tersebut difokuskan pada penguatan kompetensi, evaluasi pencapaian, serta penyelarasan strategi penjualan dan pemasaran di seluruh jaringan properti Marclan.
Kegiatan ini melibatkan Director of Sales, Sales & Marketing Manager, Sales Manager, tim Revenue, serta Marketing Communications atau Marcom dari lima properti di bawah Marclan International.
Lima properti tersebut adalah Marianna Resort & Convention Tuktuk – Samosir, Swarga Suites Bali Berawa, Sari Pacific Jakarta, Hotel Des Indes Menteng, dan TMG Hotel Tebet.
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Sales & Marketing Conference 2026 dibagi ke dalam dua format. Marketing Conference diselenggarakan secara daring pada 27-28 Juli 2026, sedangkan Sales Conference berlangsung secara tatap muka pada 3-4 Agustus 2026 di sejumlah lokasi, di antaranya TMG Hotel Tebet, Hotel Des Indes, Nishi Izakaya, dan Sari Pacific Jakarta.
Evaluasi Jadi Dasar Pengembangan Kompetensi Marketing
Evaluasi terhadap kinerja semester pertama menjadi salah satu fondasi Marclan dalam menentukan langkah berikutnya.
Pada fungsi Marketing Communications, perusahaan melihat masih terdapat ruang untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform digital, khususnya TikTok Ads dan Instagram Ads.
Perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan kanal digital membuat kemampuan mengelola iklan berbasis platform menjadi salah satu kompetensi yang terus dibutuhkan dalam industri hospitality.
Atas dasar tersebut, Marketing Conference tahun ini dirancang tidak hanya untuk mengevaluasi hasil kerja, tetapi juga memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Tim Marcom mendapatkan sesi pembelajaran mengenai digital advertising bersama TikTok & Meta Ads Specialist. Selain itu, kemampuan pembuatan konten turut diperkuat melalui sesi bersama CapCut Specialist dan Content Specialist.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa program pelatihan internal Marclan disusun berdasarkan kebutuhan yang ditemukan dari proses evaluasi, bukan sekadar sebagai agenda rutin.
Marketing Conference juga menjadi ruang bagi masing-masing properti untuk membagikan tantangan, hasil, serta pembelajaran yang diperoleh selama semester pertama.
Melalui diskusi lintas properti, tim dapat membandingkan pendekatan yang digunakan sekaligus menyelaraskan prioritas komunikasi dan pemasaran untuk periode berikutnya.
Sales Conference Bangun Konsistensi dan Champion Mindset
Di sisi penjualan, hasil evaluasi menunjukkan performa tim Sales Marclan bergerak ke arah positif.
Memasuki semester kedua, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar tetap konsisten sekaligus meningkatkan kemampuan tim menghadapi perubahan kebutuhan pasar.
Karena itu, Sales Conference tidak hanya menitikberatkan pada capaian angka, tetapi juga pada penguatan disiplin, rasa kepemilikan terhadap pekerjaan, serta pola pikir yang berorientasi pada kinerja.
Salah satu sesi utama yang dihadirkan adalah “Achieving the Champion Mindset” bersama Edi Purnomo dari Excellence Plus Indonesia.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa pencapaian bisnis tidak semata-mata bergantung pada strategi dan target, tetapi juga pada konsistensi, daya tahan menghadapi tantangan, kemauan belajar, serta kemampuan meningkatkan standar kerja.
Bagi Marclan, konsep champion mindset tidak hanya berkaitan dengan menjadi yang terbaik dalam hasil, tetapi juga membangun kebiasaan untuk terus berkembang dan melakukan perbaikan.
Pemanfaatan AI Mulai Diperkenalkan ke Tim Sales
Selain penguatan kompetensi individu, konferensi ini juga memberikan perhatian terhadap perkembangan teknologi.
Melalui AI Workshop, peserta mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai kemungkinan pemanfaatan artificial intelligence untuk mendukung aktivitas sales dan kebutuhan bisnis lainnya.
Pemanfaatan AI dalam aktivitas komersial dapat membantu tim mengolah informasi, mempercepat proses administratif, hingga mendukung penyusunan strategi dan komunikasi dengan pelanggan.
Rangkaian konferensi juga mencakup Marclan Loyalty Program Briefing serta sejumlah kegiatan team building.
Kegiatan tersebut dipandu Doddy Setyadi bersama tim dan dirancang untuk memperkuat komunikasi, kerja sama, serta hubungan antara peserta dari properti yang berbeda.
Kolaborasi antar-unit dinilai penting karena setiap properti menghadapi karakter pasar dan kebutuhan konsumen yang tidak selalu sama.
Pertukaran pengalaman tersebut dapat membantu masing-masing tim menemukan pendekatan baru yang dapat diterapkan dalam aktivitas penjualan maupun pemasaran.
Menyiapkan Strategi Semester Kedua
Rangkaian Sales Conference kemudian ditutup dengan site inspection di Sari Pacific Jakarta.
Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung perkembangan serta penawaran salah satu properti dalam jaringan Marclan International.
Bagi perusahaan, konferensi tahunan tersebut menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan.
Semester pertama digunakan untuk melihat apa yang telah berjalan efektif sekaligus mengidentifikasi area yang masih dapat diperkuat. Hasil evaluasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi program pengembangan kompetensi dan penyelarasan strategi.
Fokus Marclan memasuki semester kedua mencakup peningkatan kemampuan digital marketing, menjaga konsistensi kinerja penjualan, pemanfaatan teknologi seperti AI, serta penguatan pola pikir yang berorientasi pada performa.
Langkah tersebut semakin relevan di tengah perubahan industri hospitality yang menuntut perusahaan beradaptasi lebih cepat terhadap perkembangan teknologi, pola konsumsi, hingga kompetisi antarproperti.
Melalui Sales & Marketing Conference 2026, Marclan International berharap tim dari seluruh propertinya dapat memasuki semester kedua dengan strategi yang lebih terarah, kemampuan yang semakin relevan, dan koordinasi yang lebih kuat.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada pencapaian target jangka pendek, tetapi juga untuk membangun pola kerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi perkembangan industri perhotelan.


