BISNIS DAN DTRAVEL

Dupoin Futures: Emas Berpotensi Lanjutkan Tren Pelemahan

Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id – Pergerakan harga emas global masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan awal pekan. Berdasarkan kajian terbaru PT Dupoin Futures Indonesia, tren pelemahan emas masih menjadi skenario utama karena indikator teknikal maupun faktor fundamental belum memberikan sinyal kuat mengenai potensi pembalikan arah.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa selama dominasi tekanan jual masih berlangsung, harga emas masih memiliki peluang untuk bergerak lebih rendah dan menguji area dukungan berikutnya. Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati terhadap peluang kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Menurut analisis Dupoin Futures, struktur pergerakan emas pada grafik time frame H4 masih berada dalam pola primary bearish trend. Hal tersebut terlihat dari posisi harga yang belum berhasil melewati area Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang saat ini berperan sebagai batas resistensi dinamis.

Setiap upaya kenaikan harga menuju area tersebut masih mendapatkan respons penjualan dari pasar. Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan dari sisi penjual (seller) masih lebih dominan dibandingkan minat beli (buyer).

Tekanan Seller Masih Dominan di Pasar Emas

Geraldo menjelaskan, kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir masih berpotensi menjadi koreksi sementara atau secondary trend, bukan indikasi perubahan tren utama.

Berita lainnya :  Motor 20 Jutaan Sudah Smart Key Ini Motor Yamaha yang Banyak Dicari Warganet !

“Selama harga belum mampu bertahan dan menembus area MA 21 serta MA 34 secara konsisten, peluang perubahan tren menuju bullish masih terbatas. Pelaku pasar perlu memperhatikan apakah terdapat konfirmasi baru yang dapat mengubah struktur pergerakan harga,” ujar Geraldo.

Dupoin Futures melihat bahwa belum adanya penembusan valid terhadap area resistance menjadi salah satu sinyal bahwa kekuatan beli belum cukup besar untuk membalikkan tren. Oleh karena itu, strategi perdagangan dalam kondisi saat ini perlu mempertimbangkan potensi kelanjutan tekanan bearish.

Dalam proyeksi teknikalnya, Dupoin Futures memperkirakan level 4.018 menjadi area support terdekat yang perlu diperhatikan. Apabila harga emas berhasil menembus level tersebut, potensi penurunan berikutnya diperkirakan mengarah ke kisaran 3.972.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Kedua level tersebut menjadi area penting karena dapat menjadi titik reaksi pasar, baik apabila tekanan jual semakin kuat maupun ketika investor mulai kembali melakukan akumulasi pembelian.

Indikator Teknikal dan Faktor Fundamental Jadi Perhatian

Selain pola harga, sinyal pelemahan juga terlihat dari indikator Stochastic yang masih bergerak menuju area oversold atau jenuh jual. Meski kondisi tersebut sering membuka peluang terjadinya pemulihan harga secara teknikal, Dupoin Futures menilai belum terdapat konfirmasi yang cukup untuk mendukung pembalikan arah.

Dari sisi fundamental, harga emas masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor.

Berita lainnya :  Perbedaan Pasar Bullish Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan berbasis bunga. Selain itu, kenaikan US Treasury Yield turut membatasi daya tarik emas karena investor cenderung mempertimbangkan aset dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa arah pasar masih dapat berubah apabila muncul sentimen baru dari Amerika Serikat. Rilis data inflasi, laporan tenaga kerja, serta pernyataan pejabat Federal Reserve menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga emas.

Apabila data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan dan meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter, tekanan terhadap emas berpotensi berkurang. Sebaliknya, data ekonomi yang tetap kuat dapat memperkuat dolar AS dan kembali memberikan tekanan terhadap harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memperkirakan prospek emas dalam jangka pendek masih berada dalam tekanan negatif. Selama harga belum mampu melewati area MA 21 dan MA 34, dominasi seller diperkirakan tetap berlangsung dengan target pengujian support di area 4.018 hingga 3.972.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

BISNIS DAN DTRAVEL

Merayakan Tiga Tahun Inovasi Akar Rumput: Accelerator Lab UNDP Indonesia Dorong Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan

  • Kamis, 13 Februari 2025
Seiring laju urbanisasi dan tantangan iklim, peran masyarakat menjadi semakin penting sebagai pendorong perubahan. Sejak 2021, Accelerator Lab UNDP Indonesia
BISNIS DAN DTRAVEL

Jasavalas.com Resmi Diluncurkan, Permudah Pengiriman Uang ke China dengan Biaya Rendah

  • Selasa, 18 Februari 2025
QueenNews.id – Jasa Valas, perusahaan baru di bidang remitansi, dengan bangga meluncurkan situs resminya, Jasavalas.com, pada Februari 2025. Platform ini