Bangga! Sanrio Richie Bawa Nama Sumsel Bersinar di Ajang Duta Anak Indonesia 2026
QueenNews.id — Senyum bangga terpancar dari wajah Sanrio Richie, Siswa kelas VII Singapore International School (SIS) Palembang itu berhasil membawa nama Sumatera Selatan ke panggung nasional setelah meraih predikat Runner-Up 1 Duta Anak Indonesia 2026 pada malam Grand Final di Gedung RRI Jakarta, 5 Juli 2026.
Namun, bagi Sanrio, pencapaian tersebut bukan hanya tentang gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang baginya untuk menyampaikan suara anak-anak Indonesia, khususnya terkait persoalan perundungan atau bullying yang masih kerap terjadi.
“Saya ingin mengajak dan memberikan edukasi terkait perundungan agar tidak ada lagi anak-anak di Indonesia, terutama di Sumsel, yang dibully,” ujar Sanrio saat ditemui usai menghadiri jamuan makan siang di Sudirman Sport Palembang, Selasa (21/7/2026).
Perjalanan Sanrio menuju panggung nasional tidak diraih secara instan. Ia harus mempersiapkan berbagai kemampuan, mulai dari memperluas wawasan, melatih kepercayaan diri, hingga mengasah kemampuan berbicara di depan publik.
Bersaing dengan 15 finalis terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk perwakilan Sumsel lainnya, Sanrio mampu menunjukkan karakter dan gagasan yang membuat dirinya dipercaya meraih posisi Runner-Up 1.
Kemampuannya berbicara di depan publik menjadi salah satu kekuatan utama. Dengan percaya diri, ia menyampaikan kepeduliannya terhadap isu anak dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Tidak hanya melalui gagasan, Sanrio juga berhasil menarik perhatian saat sesi unjuk bakat. Penampilan tarian dengan gaya ceria dan kocaknya mampu menghibur para juri serta penonton yang hadir.
Momen paling mengharukan terjadi setelah pengumuman pemenang. Di atas panggung, Sanrio langsung bersujud di hadapan sang ibu, Funk Richie, sebagai ungkapan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan selama proses persiapan hingga berhasil meraih prestasi nasional.
“Mami selalu mendukung Sanrio, mulai dari materi, tenaga, pikiran, dan waktu. Papi juga selalu memberikan pesan bahwa tidak harus menang, yang penting mendapatkan pengalaman. Terima kasih mami dan papi,” ungkapnya penuh haru.
Setelah kembali ke Palembang, aktivitas Sanrio semakin padat. Selain menghadiri berbagai undangan kegiatan, ia mulai mengembangkan bakat lain di bidang fashion dengan dipercaya menjadi model busana karya sejumlah desainer ternama di Kota Palembang.
Sanrio berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lain agar berani bermimpi, percaya diri menunjukkan kemampuan, serta berani menyuarakan hal-hal positif bagi lingkungan sekitar.
“Prestasi bukan hanya tentang menjadi pemenang, tetapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat dan inspirasi bagi orang lain,” tutupnya.


