Akhir Penantian Warga Jalur, Jalan Muara Padang–Muara Sugihan Terus Dibangun Hingga 2026
QueenNews.id – Impian masyarakat di wilayah jalur Kabupaten Banyuasin untuk menikmati akses jalan yang layak semakin mendekati kenyataan.
Setelah bertahun-tahun dilakukan secara bertahap, pembangunan Jalan Muara Padang–Muara Sugihan kini terus menunjukkan progres signifikan dan menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling berdampak terhadap konektivitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ruas jalan yang menjadi satu-satunya akses darat menuju kawasan jalur tersebut mulai dibangun sejak tahun 2020 pada masa kepemimpinan Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH. Hingga kini, pembangunan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Askolani bersama Wakil Bupati Ir. Netta Indian, SP, melalui berbagai sumber pendanaan, baik APBD, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), maupun Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Tahap awal pembangunan pada 2020 dilakukan menggunakan pinjaman Bank Sumsel Babel dengan panjang ruas mencapai 21 kilometer dan lebar 5 meter. Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada 2021 melalui dana PEN sepanjang 9,1 kilometer dengan lebar 4,5 meter.
Komitmen pemerintah kembali dibuktikan pada 2023 melalui program Inpres Jalan Daerah yang dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dengan pembangunan sepanjang 7,5 kilometer dan lebar 6 meter. Selanjutnya pada 2025, pembangunan kembali dilanjutkan melalui program yang sama sepanjang 3,2 kilometer.
Di tahun yang sama, Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga mengalokasikan APBD untuk menyelesaikan tambahan ruas sepanjang 600 meter dengan lebar jalan 6 meter.
Bupati Banyuasin Askolani menegaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan komitmen yang telah menjadi prioritas sejak dirinya pertama kali memimpin Banyuasin.
Menurutnya, keberadaan akses jalan yang memadai merupakan kunci untuk mengurangi keterisolasian wilayah jalur sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya bertekad sejak awal menjabat, wilayah jalur harus memiliki akses jalan yang baik agar pertumbuhan ekonomi berkembang. Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat. Aktivitas masyarakat semakin lancar dan kawasan jalur berkembang lebih pesat,” ujar Askolani.
Ia mengungkapkan, pembangunan belum berhenti. Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali mengusulkan pembangunan sekitar 10 kilometer melalui program Inpres Jalan Daerah dengan nilai anggaran sekitar Rp80 miliar.
“Insya Allah tahun 2026 kembali dibangun kurang lebih 10 kilometer melalui dana Inpres sekitar Rp80 miliar,” katanya.
Askolani menegaskan, perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada ruas Muara Padang–Muara Sugihan. Pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Banyuasin akan terus diperjuangkan secara bertahap agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
“Kami ingin seluruh masyarakat Banyuasin menikmati pembangunan. Namun, kemampuan anggaran daerah masih terbatas sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan dapat terus berlanjut,” tutupnya.


