ENTERTAINMENT GOVERMENT

Namanya Ramai Dicari Saat Karhutla, Rara Pawang Hujan Ungkap Alasan Tak Mau Datang Sendiri

Rara Istiati Wulandari, yang dikenal luas sebagai Rara Pawang Hujan.
Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id — Nama Rara Istiati Wulandari, yang dikenal luas sebagai Rara Pawang Hujan, kembali menjadi perbincangan warganet. Kali ini, perhatian publik tertuju kepadanya di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memunculkan harapan agar hujan segera turun di wilayah terdampak.

Sejumlah warganet menantikan respons Rara dan mempertanyakan kemungkinan keterlibatannya dalam membantu penanganan karhutla. Menanggapi ramainya pembicaraan tersebut, Rara akhirnya menyampaikan pandangannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, Rara mengungkapkan bahwa dirinya pernah terlibat dalam upaya membantu penanganan karhutla pada 2015, 2019, dan 2023. Namun, untuk kondisi karhutla pada 2026, ia mengisyaratkan belum bersedia datang langsung ke lokasi.

Keputusan tersebut, menurut pernyataannya, berkaitan dengan persoalan jaminan keselamatan dan kepastian kebutuhan selama menjalankan aktivitasnya di lapangan. Rara menegaskan tidak ingin mengambil risiko dengan mendatangi lokasi seorang diri tanpa perlindungan yang memadai.

“Di era sekarang pemerintahan hanya mau OMC aja, jadinya ya sudah aku gak mau ke lokasi sendiri tanpa jaminan keselamatan diriku lahir batin,” tulis Rara dalam unggahannya.

Pernyataan itu kemudian menarik perhatian publik. Respons Rara memperlihatkan bahwa kesediaannya untuk datang langsung ke lokasi tidak hanya berkaitan dengan permintaan masyarakat, tetapi juga dengan kondisi dan jaminan keamanan yang menurutnya perlu dipastikan terlebih dahulu.

Berita lainnya :  Karhutla Sumsel Tembus 404 Hektare, Masih Ada 84 Hektare yang Harus Dipadamkan

Meski belum menyatakan kesediaan untuk turun langsung ke lokasi karhutla, Rara menegaskan bahwa dirinya tetap memberikan perhatian terhadap kondisi yang terjadi di Kalimantan.

Ia mengungkapkan telah melakukan doa dan meditasi dari jarak jauh dengan harapan hujan dapat turun di wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas anggapan bahwa dirinya tidak lagi peduli atau tidak pernah membantu ketika karhutla terjadi. Rara justru mengingatkan bahwa ia pernah mendatangi lokasi kebakaran pada beberapa kesempatan sebelumnya.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Menurut pengakuannya, keterlibatannya pada 2015, 2019, dan 2023 dilakukan ketika penanganan karhutla berlangsung pada masa almarhum Jenderal TNI (Purn.) Doni Monardo.

Ia menyebut ketika itu terdapat jaminan keamanan dan dukungan kebutuhan selama menjalankan kegiatan doa serta meditasi yang disebutnya dilakukan berkolaborasi dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Aku udah bilang udah pernah bantu karhutla 2015, 2019, 2023 ke lokasi di era almarhum Jenderal TNI (Purn.) Doni Monardo. Diberikan garansi keamanan dan ketenangan kebutuhan buatku doa meditasi kolaborasi dengan OMC,” ungkapnya.

Keterangan tersebut merupakan penjelasan Rara mengenai pengalaman dan pertimbangannya. Adapun efektivitas doa atau meditasi dalam memicu turunnya hujan tidak dapat disamakan dengan metode meteorologi yang terukur dan perlu dibuktikan secara ilmiah.

Berita lainnya :  Dari Gizi yang Cukup, Lahir Anak Hebat, Angka Stunting di Palembang Turun Jadi 167 Kasus

Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC merupakan salah satu upaya berbasis teknologi atmosfer yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi tertentu, termasuk untuk mendukung mitigasi karhutla. Pelaksanaannya bergantung pada sejumlah faktor, seperti kondisi awan, kelembapan, dan dinamika atmosfer yang memungkinkan terbentuknya hujan.

Karena itu, OMC tidak dapat menjamin hujan turun di setiap wilayah atau setiap kali operasi dilakukan. Pelaksanaan dan hasilnya perlu mempertimbangkan analisis serta pemantauan meteorologi.

Di tengah ancaman karhutla, upaya pencegahan dan penanganan tetap memerlukan koordinasi berbagai pihak. Langkah seperti pemadaman titik api, pemantauan wilayah rawan, perlindungan masyarakat, serta penanganan dampak asap menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana tersebut.

Respons Rara Pawang Hujan pun menjadi sorotan karena mempertemukan perhatian publik terhadap sosok yang dikenal dengan ritual mendatangkan hujan dan kebutuhan penanganan karhutla secara terkoordinasi.

Hingga ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan keterlibatannya, Rara menyampaikan bahwa dirinya memilih melakukan doa dan meditasi dari jarak jauh. Sementara itu, penanganan karhutla tetap membutuhkan langkah nyata, dukungan petugas di lapangan, serta strategi yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan cuaca.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), H. Syaparuddin, menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad. (Ist)
GOVERMENT

Bakal Calon Wakil Bupati Kabupaten Muba Hadiri Acara Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al Abror

  • Selasa, 17 September 2024
Queennews.id — Bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), H. Syaparuddin, menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad yang digelar
GOVERMENT

Amaliah Berkomitmen Terus Mendengarkan, Memperjuangkan Aspirasi, Serta Membawa Perubahan Positif Bagi Sumatera Selatan

  • Jumat, 4 Oktober 2024
Queennews.id – Amaliah Sobli resmi dilantik menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) periode 2024-2029. Pelantikan telah dilakukan