Karhutla Sumsel Tembus 404 Hektare, Masih Ada 84 Hektare yang Harus Dipadamkan
QueenNews.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian pemerintah. Hingga 14 September 2026, estimasi luas lahan yang terbakar mencapai 404,22 hektare.
Dari luasan tersebut, sebanyak 319,97 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara 84,25 hektare masih tersisa dan ditargetkan dapat ditangani pada Selasa (15/9/2026).
Data itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Perkembangan Penanganan dan Penanggulangan Karhutla yang digelar secara virtual, Selasa (15/9/2026). Rakor dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Djamari Chaniago.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra turut mengikuti rapat tersebut bersama jajaran terkait.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rakor, Sumsel hingga 14 September mencatat 116 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 20 titik api (fire spot).
Upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara. Satgas Darat tercatat telah memadamkan 289,97 hektare, sedangkan Satgas Udara melalui operasi water bombing menangani sekitar 30 hektare.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat 84,25 hektare area terbakar yang menjadi sasaran penanganan berikutnya.
Djamari Minta Data Karhutla Akurat
Di tengah penanganan di lapangan, pemerintah pusat menyoroti pentingnya akurasi dan konsistensi data Karhutla antarinstansi.
Menko Polkam Djamari Chaniago meminta seluruh unsur terkait memastikan data yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan. Informasi mengenai luasan lahan terbakar maupun perkembangan penanganan juga diminta disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.
“Harus segera kita rangkumkan data secara tepat, termasuk kasus yang sudah ditangani dan segera kita sampaikan kepada masyarakat atas penanggulangan dan penanganan yang kita laksanakan. Terima kasih atas semua tim yang terlibat,” ujar Djamari.
Menurutnya, keseragaman data menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan dan memastikan penanganan Karhutla berjalan secara terkoordinasi.
Penanganan Diperkuat Lintas Instansi
Pemerintah daerah bersama aparat dan unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap titik-titik Karhutla yang teridentifikasi.
Operasi pemadaman dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk melalui dukungan udara menggunakan water bombing pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemprov Sumsel juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menuntaskan sisa area terbakar yang tercatat dalam pembaruan data tersebut.
Rakor ini sekaligus menjadi sarana evaluasi perkembangan penanganan Karhutla di berbagai wilayah serta memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah tetap berjalan.
Turut hadir dalam rakor tersebut Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumsel.


