PT TSM Salurkan Bantuan Pencegahan Stunting untuk 30 Keluarga di Alang-Alang Lebar
QUEENNEWS.ID, PALEMBANG – Upaya memperkuat pencegahan dan penanganan stunting di Sumatera Selatan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui langkah nyata PT Tirta Sriwijaya Maju (PT TSM) yang menyalurkan bantuan nutrisi bagi 30 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Alang-Alang Lebar, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PT TSM dalam mendukung program pemerintah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Bagi PT TSM, program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan sosial yang dilakukan secara seremonial. Bantuan diberikan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus mendorong terciptanya generasi Sumatera Selatan yang sehat dan bebas dari stunting.
Direktur Utama PT Tirta Sriwijaya Maju, Adib Ubaidillah, S.E., M.M., mengatakan perusahaan memiliki komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat bagi daerah tempat perusahaan beraktivitas.
“PT TSM lahir membawa amanah untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi Provinsi Sumatera Selatan. Insya Allah cita-cita ini selalu mewarnai kegiatan kami setiap hari, dengan semangat generasi emas Sumatera Selatan merdeka dari stunting,” ujar Adib.
Bantuan Nutrisi untuk Keluarga Penerima Manfaat
Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada keluarga yang berada di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Talang Kelapa, Kelurahan Sriwijaya, Kelurahan Karya Baru, serta wilayah Kecamatan Alang-Alang Lebar.
Paket bantuan yang disalurkan berisi sejumlah kebutuhan pangan untuk mendukung pemenuhan nutrisi keluarga, di antaranya 5 kilogram beras, satu kotak susu formula, biskuit bergizi, kacang hijau, dan gula merah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh keluarga penerima manfaat untuk mendukung kebutuhan nutrisi anak, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya.
Namun, PT TSM menekankan bahwa bantuan pangan bukan satu-satunya bagian dari program. Pemantauan pertumbuhan anak juga menjadi aspek penting agar perkembangan kondisi kesehatan dapat diketahui secara berkala.
Program Berlanjut hingga Oktober 2026
PT TSM memastikan program tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan tahap awal. Rangkaian kegiatan direncanakan kembali dilaksanakan pada September dan Oktober 2026.
Pelaksanaan program juga akan diselaraskan dengan pendampingan tenaga medis serta pemantauan kondisi anak secara berkala. Pendekatan tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
“Bantuan ini diharapkan digunakan dengan baik dan disertai pemantauan pertumbuhan anak oleh tenaga kesehatan,” kata Adib.
Menurutnya, keberlanjutan pendampingan menjadi bagian penting dalam upaya menangani persoalan stunting. Dengan adanya pemantauan, kondisi tumbuh kembang anak dapat dievaluasi sehingga langkah yang diperlukan dapat dilakukan lebih tepat.
Berbekal Pengalaman Pendampingan Tahun Sebelumnya
Program kepedulian PT TSM terhadap penanganan stunting juga bukan kali pertama dilakukan. Pada periode sebelumnya, perusahaan telah melaksanakan pendampingan intensif selama tiga bulan terhadap tiga anak.
Hasil pendampingan tersebut menunjukkan perkembangan positif. Dua anak mengalami peningkatan berat badan yang signifikan, sedangkan satu anak lainnya masih mendapatkan evaluasi dan pendampingan medis secara berkelanjutan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar bagi PT TSM untuk terus mengembangkan program pencegahan dan penanganan stunting dengan pendekatan yang lebih berkesinambungan.
Melalui tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TSM berkomitmen untuk ikut mengawal proses tumbuh kembang balita penerima manfaat secara berkala.
Pemantauan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan setiap intervensi yang diberikan memberikan dampak positif terhadap kondisi anak dan keluarga.
Dorong Kolaborasi untuk Generasi Sehat
Dalam pelaksanaan program, PT TSM juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Kolaborasi melibatkan pemegang saham, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, tim TJSL, jajaran Kecamatan Alang-Alang Lebar, Dinas Kesehatan, kader Posyandu, hingga insan pers.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan makanan bergizi, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan, pola asuh, lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Karena itu, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.
PT TSM berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus menjadi bagian dari gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak di Sumatera Selatan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak kita. Mari kita bergotong royong mewujudkan anak sehat, keluarga kuat dan Sumatera Selatan yang semakin maju,” pungkas Adib.
Langkah tersebut menjadi wujud kepedulian dunia usaha dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Dengan sinergi dan pendampingan yang konsisten, upaya menciptakan generasi emas Sumatera Selatan yang sehat dan berkualitas diharapkan dapat terus diperkuat. (lar)


