Jembatan Digital India–Indonesia
QueenNews.id – Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada 7 Juli tidak hanya menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi juga menyoroti lahirnya babak baru hubungan bilateral yang berfokus pada Digital Public Infrastructure (DPI). Kerja sama ini dipandang sebagai fondasi strategis yang dapat mengubah arah hubungan kedua negara menuju integrasi ekonomi digital berskala besar di masa depan.
Sejak kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada 2025, kedua negara mulai menempatkan transformasi digital sebagai pilar utama kerja sama. India, yang telah membangun sistem digital terbuka seperti Aadhaar dan Unified Payments Interface (UPI), menjadi rujukan bagi Indonesia dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif, efisien, dan berdaulat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Indonesia sendiri menghadapi tantangan serupa, mulai dari pemerataan akses digital di wilayah kepulauan, pemberdayaan UMKM, hingga pengurangan ketergantungan pada platform teknologi global. Untuk menjawab hal tersebut, muncul inisiatif seperti Indonesia Open Network (ION) yang terinspirasi dari Open Network for Digital Commerce (ONDC) India. Sistem ini dirancang sebagai ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha, logistik, pembayaran, dan pembiayaan dalam satu jaringan interoperabel dengan tujuan menurunkan biaya transaksi dan memperluas akses pasar.
Selain sektor perdagangan digital, kerja sama kedua negara juga mencakup integrasi sistem pembayaran QRIS Indonesia dengan UPI India, modernisasi infrastruktur digital nasional, hingga pengembangan pasar modal berbasis teknologi. Seluruh inisiatif ini mencerminkan pergeseran hubungan bilateral dari sekadar diplomasi tradisional menuju pembangunan “jembatan digital” yang berpotensi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, inklusi finansial, dan inovasi lintas negara di era ekonomi digital global.


