Anggota DPRD Sumsel Dapil III Kawal Pembangunan Ogan Ilir, H. Tama: Rp65 Miliar untuk Jalan dan Jembatan Harus Berdampak bagi Masyarakat
QueenNews.id – Komitmen DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam mengawal pembangunan daerah kembali ditunjukkan melalui dukungan terhadap alokasi anggaran infrastruktur sebesar Rp65 miliar untuk Kabupaten Ogan Ilir pada tahun anggaran 2026.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel III, H. Handry Pratama Putra menegaskan bahwa besarnya anggaran yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumsel tersebut merupakan kabar baik bagi masyarakat Ogan Ilir yang selama ini mengharapkan peningkatan kualitas jalan dan jembatan.
Menurut politisi yang akrab disapa H. Tama itu, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Ogan Ilir tetap mendapatkan perhatian besar dalam program pembangunan infrastruktur Provinsi Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah, di tengah efisiensi anggaran, pembangunan jalan dan jembatan di Ogan Ilir tetap menjadi prioritas. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang layak tetap menjadi perhatian pemerintah,” ujar H. Tama kepada awak media, Minggu (21/6/2026).
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Sumsel III, H. Tama menegaskan DPRD Sumsel akan terus mengawal agar program pembangunan tersebut dapat direalisasikan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, beberapa proyek strategis yang akan dilaksanakan di Kabupaten Ogan Ilir antara lain perbaikan Jalan Simpang Meranjat–Batas Kabupaten Muara Enim dengan nilai anggaran Rp14,5 miliar serta pembangunan Jembatan Air Arisan Mendang senilai Rp21 miliar.
Selain itu, terdapat sejumlah program peningkatan infrastruktur lainnya sehingga total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Ogan Ilir mencapai Rp65 miliar.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ogan Ilir itu menilai, keberadaan infrastruktur yang baik akan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Ogan Ilir merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi yang memiliki posisi strategis. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus terus didorong agar mampu menunjang aktivitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Namun demikian, H. Tama mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan DPRD semata. Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga aset infrastruktur yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang sering menjadi penyebab kerusakan jalan serta melaporkan aktivitas truk pengangkut pasir ilegal yang masih beroperasi dengan muatan berlebih.
“Kami di DPRD Sumsel tentu akan terus mengawal pembangunan ini. Namun masyarakat juga harus ikut menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
H. Tama berharap alokasi anggaran Rp65 miliar tersebut dapat menjadi solusi terhadap kebutuhan infrastruktur di Ogan Ilir sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“DPRD Sumsel akan terus memperjuangkan dan mengawal program-program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang baik adalah fondasi penting untuk mendorong kemajuan daerah,” pungkasnya.


