Kendaraan Bekas Makin Diminati, Pembiayaan BRI Finance Tumbuh 77,64% hingga Mei 2026
QueenNews.id – Di tengah tekanan daya beli masyarakat dan persaingan ketat industri otomotif nasional, kendaraan bekas semakin menguat posisinya sebagai alternatif mobilitas yang lebih terjangkau. Tren tersebut tercermin dari meningkatnya minat konsumen terhadap pembiayaan kendaraan bekas yang dinilai lebih efisien tanpa mengorbankan fungsi dan kenyamanan penggunaan.
Fenomena ini turut mendorong kinerja PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) yang mencatat lonjakan signifikan pada segmen pembiayaan mobil bekas. Hingga Mei 2026, pembiayaan mobil bekas perusahaan tumbuh 77,64% secara tahunan (year-on-year), menunjukkan bahwa segmen ini tetap resilien di tengah berbagai tekanan ekonomi.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa mobil bekas kini menjadi pilihan rasional bagi masyarakat yang tetap membutuhkan kendaraan pribadi dengan pertimbangan efisiensi biaya. “Di tengah pelemahan daya beli dan kondisi pasar otomotif yang semakin kompetitif, pembiayaan mobil bekas masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Ini mencerminkan bahwa kendaraan bekas tetap relevan sebagai solusi mobilitas yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Industri pembiayaan otomotif sendiri saat ini berada dalam situasi dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi domestik, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta perubahan tingkat suku bunga yang dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Meski demikian, segmen kendaraan bekas dinilai memiliki ketahanan lebih baik karena menawarkan nilai ekonomis yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Selain menjadi opsi kepemilikan kendaraan yang lebih murah, segmen ini juga memperluas akses pembiayaan bagi kelompok konsumen yang lebih luas. Hal ini membuat pasar mobil bekas menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri multifinance di Indonesia.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, BRI Finance menerapkan strategi bisnis prudent financing, dengan fokus pada kualitas portofolio, penguatan manajemen risiko, serta selektivitas dalam penyaluran pembiayaan. Pendekatan ini dilakukan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat di tengah dinamika pasar.
Perusahaan juga menegaskan optimisme terhadap prospek pembiayaan mobil bekas ke depan. Dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang masih tinggi dan karakteristik segmen yang adaptif terhadap kondisi ekonomi, BRI Finance meyakini pembiayaan kendaraan bekas akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan utama bisnis perusahaan.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


