Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Wanti-wanti Tawuran Remaja Saat Ramadan, Minta Aparat Perkuat Pencegahan
QueenNews.id — Bulan suci Ramadan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Nopianto mengingatkan adanya potensi meningkatnya aksi tawuran di kalangan remaja.
Ia meminta aparat keamanan memperkuat langkah pencegahan sejak dini agar suasana Ramadan di Sumatera Selatan tetap aman dan kondusif.
Peringatan tersebut disampaikan Nopianto usai menerima kunjungan Kapolda Sumatera Selatan yang baru, Sandi Nugroho, di kantor DPRD Sumsel di Palembang, Selasa (3/3/2026).
Menurut politisi dari Partai NasDem itu, fenomena tawuran antar remaja belakangan mulai menunjukkan kecenderungan meningkat. Kondisi ini dikhawatirkan semakin marak selama Ramadan jika tidak diantisipasi secara serius oleh semua pihak.
“Persiapan menyambut Ramadan tidak hanya soal kegiatan ibadah, tetapi juga memastikan situasi keamanan masyarakat tetap terjaga. Aparat perlu melakukan langkah antisipasi, termasuk pendekatan yang lebih persuasif kepada generasi muda,” kata Nopianto.
Ia menilai momentum Ramadan seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan ibadah, serta menjauh dari perilaku yang berpotensi menimbulkan konflik.
Nopianto menjelaskan bahwa aksi tawuran remaja sering dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial, hingga kurangnya pengawasan dari lingkungan sekitar.
Selain tawuran, ia juga menyoroti potensi gangguan ketertiban lain yang kerap muncul selama Ramadan, seperti balap liar maupun kerumunan remaja di sejumlah titik hiburan.
Dalam pertemuan dengan jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tersebut, ia berharap aparat kepolisian dapat mengedepankan strategi pencegahan melalui pendekatan edukatif dan pembinaan terhadap generasi muda.
“Anak-anak muda ini harus dirangkul, bukan hanya ditegur. Perlu ada pembinaan dan kegiatan positif agar energi mereka bisa disalurkan dengan baik,” ujarnya.
Nopianto juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga legislatif, hingga masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis potensi gangguan keamanan selama Ramadan dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, potensi gangguan seperti tawuran atau balap liar bisa ditekan. Harapannya Ramadan dapat dijalani masyarakat dengan lebih tenang,” tutupnya.


