PTPN I Serap Puluhan Ribu Pekerja Lewat Industri Tembakau Jember
QueenNews.id – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 terus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah melalui pengembangan industri tembakau yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. Tidak hanya menghasilkan komoditas perkebunan unggulan, aktivitas produksi tembakau yang dijalankan perusahaan juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan pekerja di Kabupaten Jember dan wilayah sekitarnya.
Dalam satu siklus produksi, industri tembakau PTPN I Regional 5 mampu menyerap sekitar 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja, khususnya saat memasuki tahap pengolahan di pabrik. Penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan peluang kerja sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.
Sebagai salah satu daerah penghasil tembakau unggulan nasional, Kabupaten Jember memiliki peran penting dalam rantai industri tembakau Indonesia. Melalui pengelolaan berbagai area tanam, PTPN I Regional 5 menjalankan rangkaian proses produksi secara berkelanjutan mulai dari persiapan lahan hingga pengolahan hasil panen.
Siklus produksi tembakau berlangsung sepanjang November hingga November tahun berikutnya dengan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, perawatan tanaman, pemanenan, pengeringan, hingga proses pengolahan akhir di fasilitas pabrik.
Pada setiap tahap produksi, kebutuhan tenaga kerja memiliki karakteristik berbeda. Saat proses pengolahan lahan berlangsung, setiap area tanam membutuhkan lebih dari 50 pekerja per hari. Pekerjaan tersebut banyak melibatkan tenaga kerja laki-laki karena membutuhkan kemampuan teknis dan aktivitas fisik yang cukup tinggi.
Sementara itu, kebutuhan tenaga kerja perempuan meningkat pada tahap penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengeringan tembakau. Peran pekerja perempuan dinilai penting karena tahapan tersebut membutuhkan ketelitian, keterampilan, dan perhatian terhadap kualitas hasil produksi.
Puncak penyerapan tenaga kerja terjadi ketika memasuki periode pengolahan tembakau di pabrik yang berlangsung sekitar Juli hingga November. Pada periode tersebut, operasional pabrik PTPN I Regional 5 mampu membuka peluang kerja bagi belasan ribu hingga puluhan ribu masyarakat.
Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, mengatakan bahwa keberadaan industri perkebunan tidak hanya berorientasi pada produksi komoditas, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PTPN I berkomitmen memastikan kegiatan usaha perusahaan mampu menciptakan nilai tambah yang luas. Industri tembakau yang kami kelola bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan mendukung perputaran ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Abdul Rivai Ras.
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi bentuk penerapan konsep Creating Shared Value, yaitu bagaimana pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan peningkatan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
PTPN I juga terus mendorong pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem bisnis perusahaan.
Selain memberikan lapangan kerja langsung, keberadaan Kebun dan Pabrik Pengolahan Tembakau Ajong turut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Aktivitas produksi yang melibatkan ribuan pekerja ikut menggerakkan berbagai sektor pendukung, seperti transportasi, perdagangan, logistik, usaha mikro, hingga bisnis kuliner di sekitar kawasan operasional.
Melalui penguatan industri dari sektor hulu hingga hilir, PTPN Group menegaskan perannya sebagai perusahaan perkebunan nasional yang tidak hanya berfokus pada pengembangan komoditas, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


