Indonesia dan Sverdlovsk Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Manufaktur
QueenNews.id – Pemerintah Indonesia terus memperluas jejaring kerja sama industri internasional untuk mempercepat penguatan sektor manufaktur nasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kolaborasi industri dengan Wilayah Sverdlovsk, Federasi Rusia, yang memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat industri dan teknologi terbesar di negara tersebut.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam mempercepat agenda hilirisasi industri, meningkatkan investasi manufaktur, serta memperkuat rantai pasok berbagai sektor strategis di dalam negeri.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penguatan hubungan industri dengan Sverdlovsk merupakan peluang penting untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Rusia.
Menurutnya, dokumen Memorandum yang disepakati kedua pihak diharapkan tidak hanya menjadi simbol hubungan bilateral, tetapi dapat menjadi fondasi bagi implementasi kerja sama konkret di bidang industri, perdagangan, dan investasi.
“Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi melalui berbagai jalur resmi yang tersedia. Kami ingin hubungan industri Indonesia dan Sverdlovsk berkembang menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata bagi kedua pihak,” ujar Agus saat memenuhi undangan Gubernur Sverdlovsk, Denis Pasler, di Yekaterinburg, Rusia, Selasa (7/7/2026).
Momentum tersebut berlangsung dalam rangka partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026, pameran teknologi industri internasional yang menjadi salah satu ajang penting bagi pengembangan inovasi manufaktur global.
Sverdlovsk Jadi Mitra Strategis Pengembangan Manufaktur
Wilayah Sverdlovsk dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama Rusia dengan keunggulan di sektor pertambangan, metalurgi, serta rekayasa mesin. Potensi tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam memperkuat industri pengolahan berbasis sumber daya alam.
Selain itu, implementasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) turut membuka peluang baru bagi peningkatan hubungan ekonomi kedua pihak.
Melalui kerja sama tersebut, Indonesia mendorong peluang investasi Rusia untuk membangun fasilitas pengolahan dan manufaktur di dalam negeri. Langkah ini diarahkan untuk mendukung program hilirisasi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk industri bernilai tambah tinggi.
Kerja sama potensial mencakup sektor rekayasa mesin, alat berat, teknologi metalurgi, hingga pengembangan rantai pasok yang mendukung industri otomotif, galangan kapal, dan pengolahan pangan.
Indonesia juga membuka peluang pertukaran teknologi manufaktur kendaraan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional.
Dorong Joint Venture dan Transfer Teknologi
Kesepakatan kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Tri Supondy, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, dengan V. Yarin, Menteri Hubungan Ekonomi Internasional dan Luar Negeri Wilayah Sverdlovsk.
Tri Supondy menjelaskan bahwa kerja sama industri antara Indonesia dan Sverdlovsk menunjukkan pentingnya memperluas kolaborasi hingga tingkat wilayah atau provinsi dengan fokus pada pengembangan klaster industri tertentu.
“Kerja sama ini memperlihatkan bahwa hubungan industri dapat dibangun melalui pendekatan yang lebih spesifik, terutama dengan mempertemukan potensi daerah dan kebutuhan industri masing-masing pihak,” ujar Tri.
Melalui MoU tersebut, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan pertukaran informasi mengenai peluang bisnis, pengembangan jaringan sektoral, pembentukan rantai pasok, serta peluang pendirian usaha bersama (joint venture) maupun fasilitas produksi bersama.
Kementerian Perindustrian memastikan akan terus mengawal tindak lanjut kerja sama tersebut agar dapat diwujudkan menjadi investasi nyata. Pemerintah berharap kemitraan Indonesia-Sverdlovsk mampu menciptakan peluang ekonomi baru, memperkuat daya saing industri nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara.
Dengan hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade, kerja sama industri ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas konektivitas manufaktur dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


