GOVERMENT

India dan Indonesia Perkuat Diplomasi Pendidikan Tinggi

Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id – Jakarta — Hubungan India dan Indonesia dinilai memasuki fase baru yang tidak hanya berfokus pada perdagangan dan diplomasi, tetapi juga pada penguatan sektor pendidikan tinggi dan riset sebagai fondasi strategis kerja sama jangka panjang kedua negara.

Kedua negara yang dipisahkan oleh Samudra Hindia tersebut selama berabad-abad telah terhubung melalui sejarah, budaya, dan nilai sosial yang serupa. Kini, fokus baru mulai diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi akademik sebagai elemen penting dalam menghadapi persaingan global.

India dan Indonesia saat ini berada pada posisi strategis sebagai negara berkembang besar yang tengah bertransformasi menjadi kekuatan menengah dunia. Dengan total populasi gabungan yang mencakup hampir seperlima penduduk dunia serta dominasi generasi muda, keduanya dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing global melalui investasi di bidang pendidikan dan riset.

Bonus Demografi dan Tantangan Pendidikan

Rata-rata usia penduduk di India berada di kisaran 29 tahun, sementara Indonesia sekitar 31 tahun. Kondisi ini menciptakan bonus demografi yang signifikan, terutama dalam konteks ekonomi digital dan transformasi teknologi. Namun, peluang tersebut juga disertai tantangan besar dalam memastikan kualitas pendidikan, akses riset, serta kesiapan tenaga kerja masa depan.

Berita lainnya :  Hj Eva Susanti Apresiasi Penetapan Kembali Bandara SMB II Palembang Sebagai Bandara Internasional

Keduanya juga merupakan negara dengan tingkat keterhubungan digital yang tinggi. Aktivitas masyarakat di platform digital seperti media sosial menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia-Pasifik, menandakan potensi besar dalam integrasi pendidikan berbasis teknologi.

Transformasi Sistem Pendidikan dan Riset

Selama ini, sistem pendidikan tinggi di India dan Indonesia masih banyak mengacu pada model Barat. Namun, keterbatasan pendanaan serta relevansi terhadap kebutuhan lokal dan global mendorong kedua negara untuk mulai memperkuat sistem riset berbasis kebutuhan domestik dan kolaborasi regional.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Indonesia telah membentuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan dana abadi sekitar 10 miliar dolar AS yang mendukung beasiswa dan penelitian. Sementara itu, India melalui National Education Policy 2020 membentuk National Research Foundation dengan pendanaan sekitar 14,5 miliar dolar AS untuk memperkuat ekosistem riset nasional.

Meski demikian, keterhubungan akademik antara kedua negara masih tergolong rendah. Negara seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman masih menjadi destinasi utama mahasiswa Indonesia. Sementara jumlah mahasiswa Indonesia di India masih sangat terbatas, begitu pula sebaliknya.

Potensi Kolaborasi Akademik yang Belum Optimal

Dari sisi ekonomi, investasi di sektor pendidikan dan riset memiliki dampak jangka panjang terhadap produktivitas, pertumbuhan pendapatan, serta pemerataan kesejahteraan. Namun, kerja sama akademik India–Indonesia dinilai belum berkembang secara optimal, terutama dalam bentuk pertukaran mahasiswa, riset bersama, dan pengembangan kurikulum kolaboratif.

Berita lainnya :  Pj Wako Jadi Pembina Apel Mingguan di Setda Lubuk Linggau

India memiliki keunggulan di bidang farmasi, teknologi digital, serta eksplorasi antariksa. Sementara Indonesia memiliki pengalaman signifikan dalam penurunan angka kemiskinan serta pengembangan kebijakan pembangunan sosial. Kombinasi keunggulan ini dinilai dapat menjadi dasar kuat untuk kerja sama riset di berbagai sektor strategis.

Menuju Integrasi Pendidikan Asia

Sejarah mencatat bahwa India dan Indonesia pernah menjadi penggagas Konferensi Asia-Afrika 1955 yang menekankan kemandirian negara berkembang. Kini, semangat tersebut dinilai perlu dihidupkan kembali dalam bentuk kolaborasi pendidikan dan riset yang lebih konkret.

Sejumlah bidang seperti teknologi kesehatan, farmasi, semikonduktor, komputasi kuantum, riset antariksa, hingga ekonomi digital disebut sebagai area potensial untuk pengembangan kerja sama. Perguruan tinggi di kedua negara juga didorong untuk memperluas program pertukaran, riset bersama, dan inovasi teknologi berbasis kebutuhan kawasan Global South.

Pendekatan baru yang diusulkan dalam kerja sama ini merujuk pada konsep IND—Integration, Nimbleness, and Decisiveness—yang menekankan integrasi sistem, kelincahan dalam adaptasi, serta ketegasan dalam implementasi kebijakan pendidikan dan riset.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), H. Syaparuddin, menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad. (Ist)
GOVERMENT

Bakal Calon Wakil Bupati Kabupaten Muba Hadiri Acara Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al Abror

  • Selasa, 17 September 2024
Queennews.id — Bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), H. Syaparuddin, menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad yang digelar
GOVERMENT

Amaliah Berkomitmen Terus Mendengarkan, Memperjuangkan Aspirasi, Serta Membawa Perubahan Positif Bagi Sumatera Selatan

  • Jumat, 4 Oktober 2024
Queennews.id – Amaliah Sobli resmi dilantik menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) periode 2024-2029. Pelantikan telah dilakukan