Futures Kripto Makin Ramai, Bittime Ingatkan Risiko Leverage
QueenNews.id — Perdagangan derivatif aset kripto terus menjadi bagian dari perkembangan pasar aset digital, baik secara global maupun di Indonesia. Di tengah meningkatnya aktivitas tersebut, pemahaman terhadap leverage, margin, dan risiko likuidasi dinilai penting agar pengguna dapat mengambil keputusan perdagangan secara lebih terukur.
Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut menyoroti pentingnya manajemen risiko dalam perdagangan Futures. Melalui ekosistem 3-in-1 yang terdiri atas Spot, Staking, dan Futures, Bittime menyediakan pilihan layanan aset digital dengan karakteristik risiko yang berbeda.
Data CoinGlass dalam laporan pasar derivatif kripto 2025 mencatat volume perdagangan derivatif kripto global mencapai sekitar US$85,7 triliun sepanjang 2025. Sementara pada semester pertama 2026, volumenya tercatat sekitar US$35,08 triliun atau turun 15,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di pasar Indonesia, data OJK untuk Agustus 2026 menunjukkan nilai transaksi derivatif aset keuangan digital mencapai Rp4,56 triliun. Angka tersebut meningkat 33,76% dibandingkan Juli 2026 yang berada di level Rp3,41 triliun.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pertumbuhan aktivitas derivatif perlu diikuti pemahaman yang memadai mengenai karakteristik instrumen.
“Futures memberikan fleksibilitas dalam mengambil posisi, tetapi fleksibilitas tersebut juga disertai risiko. Pengguna perlu memahami mekanisme perdagangan dan menyusun strategi berdasarkan kemampuan serta toleransi risikonya,” ujar Ryan.
Leverage Bisa Memperbesar Keuntungan dan Kerugian
Salah satu karakteristik utama Futures adalah penggunaan leverage. Fasilitas ini memungkinkan trader membuka posisi dengan nilai lebih besar dibandingkan margin yang disediakan.
Trader dapat mengambil posisi long ketika memperkirakan harga akan naik atau short ketika memproyeksikan harga turun. Namun, kedua strategi tersebut tetap memiliki risiko kerugian apabila pergerakan pasar tidak sesuai dengan perkiraan.
Leverage juga dapat memperbesar dampak perubahan harga terhadap modal. Apabila ekuitas tidak lagi memenuhi persyaratan margin, posisi dapat menghadapi risiko likuidasi.
Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sebelumnya mengingatkan bahwa penggunaan leverage dapat memperbesar konsekuensi pergerakan harga terhadap posisi perdagangan.
Karena itu, trader perlu memahami persyaratan margin dan kondisi yang dapat memicu likuidasi sebelum membuka posisi.
“Menetapkan batas risiko, memahami margin, dan mengetahui kapan harus keluar dari posisi merupakan bagian dari disiplin perdagangan. Manajemen risiko tidak menghilangkan kemungkinan rugi, tetapi dapat membantu membuat keputusan lebih terukur,” jelas Ryan.
Bittime Futures Sediakan 49 Pasangan Perdagangan
Untuk layanan Futures, Bittime menyediakan 49 pasangan perdagangan, pilihan posisi long dan short, serta leverage hingga 25x. Platform tersebut juga menyediakan opsi Cross Margin dan Isolated Margin.
Pada Cross Margin, margin yang tersedia digunakan bersama untuk posisi yang terkait. Sementara pada Isolated Margin, alokasi margin dipisahkan untuk posisi tertentu. Perbedaan mekanisme tersebut membuat pengguna perlu memahami karakter masing-masing sebelum menentukan pilihan.
Ryan menilai pemilihan fitur perdagangan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada potensi keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan pengguna dalam mengelola risiko.
“Fleksibilitas dalam memilih instrumen perlu disertai tanggung jawab. Kami mendorong pengguna memahami produk terlebih dahulu, menentukan strategi, dan menyesuaikan penggunaan leverage dengan profil risiko masing-masing,” katanya.
Dengan semakin berkembangnya instrumen aset digital, edukasi menjadi bagian penting dalam membangun perilaku perdagangan yang lebih bertanggung jawab. Pemahaman terhadap risiko pasar, likuidasi, margin, dan leverage dapat membantu pengguna mengevaluasi keputusan secara lebih rasional.
Bittime juga mengingatkan bahwa aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk volatilitas harga, risiko likuiditas, teknologi, regulasi, serta kemungkinan kehilangan modal. Informasi mengenai Futures bersifat umum dan edukatif, bukan merupakan nasihat keuangan maupun rekomendasi transaksi.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


