Amaliah Sobli Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palembang, Tekankan Peran Perempuan dalam Menjaga Nilai Kebangsaan
queennews.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus Anggota MPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan periode 2024–2029, Amaliah Sobli, kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan di tengah masyarakat.
Kali ini, kegiatan digelar di kawasan Demang Lebar Daun, Kota Palembang, pada Minggu (15/3/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah warga, dengan dominasi peserta dari kalangan ibu-ibu yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, Amaliah Sobli atau yang akrab disapa Lia menekankan pentingnya pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan yang menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Program ini merupakan bagian dari agenda MPR RI dalam menjaga nilai-nilai ideologi bangsa di tengah tantangan globalisasi.
Empat pilar yang dimaksud meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
Dalam penyampaiannya, Lia menegaskan bahwa peran masyarakat, khususnya perempuan, sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan keluarga. Ia menilai ibu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap berpegang pada nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong.
“Keluarga adalah fondasi utama. Dari rumah, nilai-nilai kebangsaan itu ditanamkan. Peran ibu sangat penting dalam menjaga dan meneruskan nilai tersebut kepada anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui diskusi dan dialog bersama peserta. Metode ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih mudah memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ideologi bangsa guna menangkal pengaruh negatif, seperti radikalisme dan lunturnya nilai budaya di tengah perkembangan zaman. Pendekatan yang digunakan pun beragam, mulai dari seminar, diskusi terbuka, hingga pendekatan kultural yang relevan dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami konsep 4 Pilar secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai seperti toleransi, kebersamaan, dan persatuan diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (lar)

