Fatayat NU Didorong Perkuat Peran Lindungi Perempuan dan Anak, Nawal: Harus Lebih Membumi
queennews.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong Fatayat Nahdlatul Ulama untuk terus memperkuat komitmennya dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Seni dan Halalbihalal dalam rangka peringatan Harlah ke-76 PC Fatayat NU Rembang yang digelar di Pantai Karangjahe, Minggu (19/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Nawal menegaskan bahwa Fatayat NU selama ini telah memainkan peran strategis dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, baik melalui langkah preventif maupun penanganan kasus. Berbagai program seperti edukasi masyarakat, pendampingan hukum bagi korban, hingga pemberdayaan perempuan dinilai telah berjalan konsisten.
Menurutnya, keberadaan kader paralegal di tubuh Fatayat NU menjadi salah satu kekuatan penting dalam memberikan akses keadilan bagi korban kekerasan. Upaya tersebut dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga ke akar rumput.
“Fatayat memiliki fokus kuat pada pemberdayaan perempuan. Bahkan, inisiatif paralegal sudah lebih dulu berkembang di organisasi ini,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, tercatat delapan kasus kekerasan terhadap perempuan dan 16 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Rembang. Secara statistik, angka tersebut tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah.
Rembang bahkan tercatat sebagai daerah dengan angka kekerasan terhadap perempuan terendah keempat di provinsi, serta peringkat ketiga terendah untuk kasus kekerasan terhadap anak. Nawal menilai capaian ini merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Fatayat NU.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya perlindungan tidak boleh berhenti pada capaian statistik semata. Fatayat NU diharapkan terus memperluas jangkauan programnya agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Ia juga mengajak kader Fatayat untuk memperkuat nilai ketulusan dalam setiap gerakan sosial yang dijalankan. Menurutnya, pendekatan berbasis empati dan kepedulian menjadi kunci keberhasilan dalam menangani isu-isu sosial yang kompleks.
“Fatayat harus semakin membumi, hadir lebih dekat dengan masyarakat, dan membawa nilai-nilai ketulusan dalam setiap langkahnya,” tegasnya.
Dalam rangka memperkuat kolaborasi, Fatayat NU didorong untuk aktif terlibat dalam program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Program ini mencakup penguatan layanan melalui Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), yang menyediakan pendampingan bagi korban kekerasan.
Selain isu perlindungan, Nawal juga mengapresiasi kreativitas kader Fatayat NU Rembang melalui Festival Seni yang digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan itu menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pemberdayaan perempuan yang positif.
Ke depan, ia berharap Fatayat NU semakin berkembang sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya kuat secara sosial, tetapi juga memiliki daya saing global.
“Harapannya Fatayat semakin produktif, disertai kekuatan spiritual yang baik, sehingga mampu menjadi organisasi yang berdaya, berdampak, dan dikenal hingga tingkat internasional,” pungkasnya. (lar)


