Gujarat Buka Peluang Investasi bagi Pelaku Usaha Indonesia
QueenNews.id — Peluang investasi dan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan India semakin terbuka menjelang penyelenggaraan Vibrant Gujarat Global Summit 2027. Pemerintah Gujarat bersama sejumlah pelaku usaha Indonesia membahas potensi kolaborasi di sektor agribisnis, pengolahan pangan, manufaktur, hingga jasa keuangan dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan bertajuk Promoting Indonesia-Gujarat Collaboration in Food and Agro-Processing Sectors tersebut mempertemukan Menteri Keuangan Gujarat Kanubhai Desai, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Wakil Ketua sekaligus Direktur Pelaksana Gujarat Industrial Development Corporation (GIDC) Praveena D.K., IAS, serta sejumlah perwakilan perusahaan Indonesia.
Diskusi diarahkan untuk memperluas hubungan ekonomi yang selama ini telah terbentuk melalui perdagangan komoditas menjadi kemitraan investasi dan pengembangan rantai pasok.
Agribisnis dan Pengolahan Pangan Jadi Fokus
Gujarat melihat sektor agribisnis dan pengolahan pangan sebagai salah satu bidang yang memiliki ruang besar untuk dikembangkan bersama Indonesia. Hubungan perdagangan komoditas seperti kacang tanah dari Gujarat dan minyak sawit dari Indonesia menjadi salah satu dasar bagi penjajakan kerja sama lanjutan.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan perusahaan Indonesia dengan peluang investasi di Gujarat.
Menurutnya, infrastruktur industri dan fasilitas pendukung investasi yang tersedia di Gujarat dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan Indonesia yang ingin mengembangkan bisnis di India.
Menteri Keuangan Gujarat Kanubhai Desai juga mengundang pengusaha Indonesia untuk mengunjungi Gujarat dan mengikuti Vibrant Gujarat Global Summit 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Januari 2027.
Praveena D.K. turut memaparkan sejumlah peluang di sektor pengolahan pangan, teknologi pertanian, cold chain, dan manufaktur yang berorientasi ekspor. Pengembangan fasilitas pengolahan pangan di Modasa dan Rajkot menjadi bagian dari potensi investasi yang ditawarkan.
Perusahaan Indonesia Mulai Menjajaki Kemitraan
Sejumlah perusahaan Indonesia yang hadir dalam forum tersebut turut menyampaikan pengalaman dan minat terhadap peluang bisnis di Gujarat.
PepsiCo Indonesia, misalnya, telah memiliki hubungan pasokan dengan Gujarat melalui pengadaan kentang yang digunakan sebagai bahan baku produksi makanan ringan di Indonesia. Perusahaan berharap hubungan tersebut dapat berkembang seiring meningkatnya interaksi antara pelaku usaha kedua wilayah.
Dari sektor pangan, Lippo Food juga melihat peluang untuk mempelajari teknologi produksi serta sistem rantai pasok Gujarat. Diversifikasi sumber pasokan dinilai penting untuk memperkuat ketahanan bisnis dan membuka alternatif kerja sama baru.
Sementara itu, Bukaka International menjajaki peluang memperluas bisnis di India melalui sejumlah lini usaha, termasuk peralatan pemompaan, passenger boarding bridge, serta sektor energi.
Forum tersebut juga membahas berbagai tantangan investasi, seperti kebijakan bea masuk, akses pasar, insentif investasi, transfer teknologi, dan kemungkinan pembentukan usaha patungan.
Kerja Sama Bisa Meluas ke Sektor Keuangan
Peluang kolaborasi Indonesia-Gujarat tidak hanya berada pada sektor riil. Pengembangan jasa keuangan turut menjadi salah satu topik pembahasan.
Pantro Pander Silitonga dari Dewan Ekonomi Nasional Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia telah mempelajari pengalaman Gujarat dalam mengembangkan Gujarat International Finance Tec-City (GIFT City) sebagai salah satu referensi dalam pengembangan pusat keuangan internasional.
Menurutnya, pengalaman Gujarat dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan antara kedua pihak.
Pertemuan di Jakarta tersebut menjadi bagian dari rangkaian penjajakan bisnis sebelum Vibrant Gujarat Global Summit 2027. Forum tersebut diharapkan mempertemukan investor, perusahaan, pemasok, dan pemerintah melalui skema business-to-business (B2B) maupun business-to-government (B2G).
Dengan semakin intensifnya komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha, hubungan ekonomi Indonesia-Gujarat berpeluang berkembang dari perdagangan komoditas menuju kerja sama yang lebih luas dalam investasi, teknologi, pengolahan pangan, manufaktur, agribisnis, dan jasa keuangan.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


