Jakarta Game Fest 2026 Dorong Talenta Lokal Tembus Industri Global
QueenNews.id — Industri gim Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap talenta digital yang memiliki kemampuan teknologi sekaligus kreativitas. Melihat peluang tersebut, Game Application & Technology (GAT) Program, School of Computer Science BINUS University, kembali menggelar Jakarta Game Fest (JGF) 2026 di BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek.
Jakarta Game Fest tahun ini menjadi kelanjutan dari penyelenggaraan sebelumnya yang mendapatkan respons besar dari komunitas gim dan pelaku industri kreatif. Ajang tersebut kembali diarahkan sebagai ruang bagi mahasiswa, developer lokal, komunitas, hingga pelaku industri untuk bertemu, memperlihatkan karya, sekaligus membangun jejaring di sektor gim.
Tidak hanya menjadi festival hiburan, JGF 2026 membawa misi untuk memperkuat posisi developer lokal agar semakin percaya diri menghadapi pasar global. Karya mahasiswa dan talenta Indonesia ditampilkan sebagai bagian dari upaya membuktikan bahwa kemampuan teknis dan kreativitas pengembang gim dalam negeri memiliki daya saing.
Ruang Pertemuan Developer, Komunitas, dan Industri
Jakarta Game Fest 2026 menghadirkan sejumlah agenda yang dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok dalam ekosistem gim. Program tersebut antara lain JGF Game Showcase, JGF Indie Spotlight, kompetisi cosplay, Portfolio Review melalui IGDX Career Got Talent, JGF Choice Awards, JGF Grand Prize, serta JGF Online Fest melalui platform itch.io.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan ruang bagi developer untuk memperkenalkan produknya sekaligus memperoleh masukan dari komunitas dan profesional industri.
Kehadiran ribuan pengunjung dari kalangan mahasiswa, alumni, developer gim, komunitas, pelaku industri, hingga masyarakat umum menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan industri gim nasional.
JGF 2026 juga memperoleh dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Asosiasi Game Indonesia (AGI), TEKKEN DRIVALS TEAM, Esports Football One, dan Chatterworks melalui Pokémon TCG Academia University.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan industri gim tidak hanya bergantung pada studio atau developer, tetapi juga membutuhkan keterlibatan institusi pendidikan, komunitas, asosiasi, dan pelaku industri.
BINUS Dorong Pendidikan Selaras dengan Kebutuhan Industri
BINUS University menempatkan Jakarta Game Fest sebagai bagian dari upaya mempertemukan pendidikan dengan perkembangan industri kreatif digital. Melalui acara tersebut, masyarakat, termasuk siswa SMA dan SMK serta orang tua, dapat mengenal lebih dekat program Game Application & Technology dan peluang karier di industri gim.
Rektor BINUS University Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan keberlanjutan Jakarta Game Fest menunjukkan komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan yang memiliki dampak lebih luas.
Menurutnya, pengembangan talenta tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi perlu didukung kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan komunitas dan industri.
“Jakarta Game Fest menjadi salah satu ruang bagi kami untuk mempertemukan talenta muda dengan dunia nyata industri. Kami ingin mahasiswa memiliki kesempatan untuk berinovasi, menghasilkan karya, dan mempersiapkan diri mengambil peran dalam perkembangan industri gim, baik di Indonesia maupun tingkat global,” ujar Nelly.
Dekan School of Computer Science BINUS University Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, menambahkan bahwa tingginya antusiasme terhadap JGF menjadi indikator positif bagi perkembangan pendidikan teknologi kreatif.
Ia menilai kurikulum dan fasilitas pendidikan perlu terus beradaptasi dengan kebutuhan industri yang berubah cepat.
“Perkembangan industri teknologi kreatif menuntut pendidikan untuk terus bergerak. Kami berupaya memastikan pembelajaran dan fasilitas yang tersedia tetap relevan sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi baru,” kata Derwin.
Karya Mahasiswa Jadi Bukti Kompetensi Talenta Lokal
Head of Program Game Application & Technology BINUS University Dr. David, S.Kom., M.T.I., melihat karya yang ditampilkan dalam Jakarta Game Fest 2026 sebagai gambaran perkembangan kemampuan mahasiswa dan developer lokal.
Menurutnya, karya yang hadir tidak hanya menunjukkan kemampuan membuat gim dari sisi teknis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa mulai memahami aspek bisnis dan model pengembangan produk.
“Berbagai karya yang ditampilkan memperlihatkan kombinasi antara kemampuan teknis dan kreativitas. Dari gim independen hingga pendekatan model freemium, mahasiswa mulai menunjukkan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana sebuah produk gim dikembangkan dan diperkenalkan kepada pasar,” ujar David.
Kehadiran studio independen, profesional industri, komunitas, serta asosiasi gim turut memperluas kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan wawasan mengenai kebutuhan industri.
Interaksi tersebut menjadi penting karena industri gim membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai pemrograman, tetapi juga memahami desain, seni, psikologi pengguna, matematika, serta aspek teknis lainnya.
Industri Gim Dipandang sebagai Bagian Ekonomi Digital
BINUS University melalui School of Computer Science melihat industri gaming sebagai salah satu sektor yang berpotensi memainkan peran penting dalam ekonomi digital masa depan.
Gim tidak lagi hanya ditempatkan sebagai produk hiburan. Di dalamnya terdapat perpaduan berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknologi dan rekayasa hingga seni serta desain pengalaman pengguna.
Karena itu, pengembangan ekosistem pendidikan dan industri menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kemampuan Indonesia sebagai produsen konten digital.
School of Computer Science BINUS University berharap Indonesia dapat bergerak dari pasar yang dominan sebagai konsumen menjadi salah satu pusat produksi gim di Asia Tenggara.
Pengembangan talenta lokal juga diharapkan tidak berhenti pada penciptaan gim yang memiliki nilai komersial. Developer Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menghasilkan karya yang membawa nilai edukasi, sosial, dan kebudayaan.
Melalui Jakarta Game Fest 2026, BINUS University kembali mempertemukan pendidikan, komunitas, dan industri dalam satu ruang kolaborasi. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan talenta lokal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi karya gim Indonesia untuk berkembang di pasar internasional.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


