SEO Profesional Tetap Dibutuhkan Saat Bisnis Masuk Era AI
QueenNews.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak membuat kebutuhan terhadap layanan jasa SEO profesional menurun. Sebaliknya, perubahan perilaku pengguna internet dan semakin kompleksnya algoritma mesin pencari justru mendorong bisnis untuk kembali memperkuat strategi optimasi digital yang lebih terarah.
Berdasarkan laporan State of SEO 2024 dari Search Engine Journal (SEJ), sebanyak 69% bisnis telah mulai mengadopsi teknologi AI dalam aktivitas pemasaran digital. Namun, hanya sekitar 42,1% yang mengaku memperoleh dampak positif secara signifikan dari penerapan teknologi tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa AI masih membutuhkan peran manusia dalam menyusun strategi, membaca konteks pasar, dan menghasilkan keputusan berbasis data.
Fenomena tersebut menjadi perhatian Nell VH, Founder jasa-seo.id sekaligus CEO Pesat.ai. Menurutnya, AI memang mampu mempercepat berbagai proses teknis dalam pemasaran digital, tetapi belum sepenuhnya mampu memahami karakteristik pasar lokal, perubahan algoritma, serta kebutuhan spesifik setiap bisnis.
“AI memberikan kemudahan dalam proses produksi dan analisis, tetapi strategi digital tetap membutuhkan pemahaman manusia untuk menentukan arah yang tepat. Data harus tetap dikombinasikan dengan pengalaman, validasi, dan pemahaman terhadap perilaku konsumen,” ujar Nell VH.
Ia menjelaskan bahwa perubahan algoritma mesin pencari menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku bisnis saat ini. Mesin pencari semakin selektif dalam menilai kualitas konten, sehingga artikel atau informasi yang hanya dibuat dengan bantuan AI tanpa nilai tambah berpotensi sulit mendapatkan visibilitas optimal.
Melihat kondisi tersebut, jasa-seo.id menghadirkan pendekatan GCR Metrics™ yang menggabungkan analisis teknis, data pencarian, serta pemahaman terhadap karakter bisnis lokal. Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu perusahaan dan UMKM membangun strategi SEO yang lebih relevan di tengah perubahan ekosistem digital.
SEO Bertransformasi Mengikuti Perkembangan AI
Perubahan lanskap digital membuat SEO tidak lagi hanya berfokus pada peringkat di halaman pertama Google. Kehadiran fitur seperti AI Overviews turut mengubah cara pengguna mencari informasi karena sebagian jawaban kini dapat diperoleh langsung tanpa mengunjungi situs tertentu (zero-click search).
Data industri menunjukkan AI Overviews mulai muncul dalam sejumlah besar pencarian Google, sehingga bisnis perlu menyesuaikan strategi melalui pendekatan baru seperti Generative Engine Optimization (GEO). Strategi ini bertujuan agar konten bisnis tidak hanya ditemukan mesin pencari tradisional, tetapi juga dapat direkomendasikan oleh platform berbasis AI.
Menurut Nell VH, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi bisnis Indonesia, terutama UMKM yang masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kehadiran digital.
Berdasarkan data BPS dalam laporan Kementerian Perdagangan RI, sebagian besar pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik masih mengandalkan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, sementara jumlah bisnis yang memiliki website dengan optimasi digital masih sangat terbatas.
“Masih banyak bisnis yang memiliki produk berkualitas tetapi belum memiliki visibilitas digital yang kuat. Tantangan terbesar bukan hanya membuat website, melainkan memastikan website tersebut dapat ditemukan dan dipercaya oleh calon pelanggan,” jelas Nell VH.
Peluang Besar UMKM di Tengah Transformasi Digital
Nilai transaksi perdagangan elektronik Indonesia yang terus meningkat menunjukkan besarnya potensi pasar digital. Namun, kesenjangan antara jumlah pelaku usaha dan kesiapan digital masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.
Program digitalisasi UMKM yang telah dilakukan berbagai pihak menjadi langkah awal, tetapi pendampingan teknis seperti optimasi mesin pencari tetap diperlukan agar bisnis mampu bersaing secara berkelanjutan.
Melalui kombinasi audit teknis, riset kata kunci berbasis AI, serta proses validasi manusia, jasa-seo.id menilai strategi SEO modern harus mampu menghasilkan konten yang bernilai bagi pengguna sekaligus memenuhi standar mesin pencari.
Nell VH menambahkan bahwa masa depan SEO bukanlah persaingan antara manusia dan AI, melainkan bagaimana keduanya dapat dikombinasikan untuk menghasilkan strategi digital yang lebih efektif.
“SEO akan terus berkembang mengikuti perubahan teknologi. Bisnis yang mampu beradaptasi dengan perubahan algoritma dan memahami kebutuhan audiens akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam persaingan digital,” tutup Nell VH.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


