LAIN-LAIN

IHDC Dorong Ideologi Kesehatan Indonesia Berbasis Keadilan Sosial Lewat Diskusi Lintas Sektor

Pasang Iklan di QueenNews.id

Jakarta, QueenNews.id – Indonesia Health Development Center (IHDC) kembali menggelar Seri Diskusi Publik bertajuk “Ideologi Kesehatan Indonesia” sebagai upaya merumuskan arah pembangunan kesehatan nasional yang berlandaskan nilai keadilan sosial. Kegiatan yang berlangsung pada 15 Agustus 2026 di Panglima Polim, Jakarta Selatan, tersebut mempertemukan berbagai pakar kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, serta tokoh lintas sektor.

Forum ini dibuka oleh Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K), yang menekankan pentingnya melihat kembali persoalan kesehatan melalui nilai-nilai luhur Pancasila.

Diskusi publik ini membahas empat dimensi utama dalam kerangka Ideologi Kesehatan Indonesia, yakni Kedaulatan, Tata Kelola Kesehatan, Komunitas & Solidaritas, serta Kesetaraan. Melalui forum tersebut, IHDC berupaya menyusun gagasan kebijakan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mampu menjawab tantangan ketimpangan akses, pembiayaan, literasi kesehatan, dan keterlibatan masyarakat.

Menurut IHDC, pembangunan kesehatan perlu dipahami sebagai bagian dari upaya mewujudkan hak dasar masyarakat sekaligus bentuk nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kesehatan Dipandang sebagai Bagian dari Cita-Cita Kebangsaan

Prof. Nila Moeloek dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa kesehatan memiliki hubungan erat dengan cita-cita bangsa Indonesia. Menurutnya, persoalan kesehatan tidak dapat dilepaskan dari aspek sosial dan pemerataan kesejahteraan.

Ia menyoroti masih adanya berbagai tantangan dalam sistem kesehatan nasional, termasuk kesenjangan akses layanan, beban pembiayaan, keterbatasan literasi informasi, hingga belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

Prof. Nila menilai diperlukan pendekatan baru yang mampu menjadikan kesehatan sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor terkait.

“Pembangunan kesehatan bukan hanya berbicara mengenai pelayanan medis, tetapi juga bagaimana memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh kehidupan yang sehat,” ujar Prof. Nila Moeloek dalam forum tersebut.

Berita lainnya :  Resep Rendang Daging Khas Lebaran: Gurih, Empuk dan Tahan Lama!

IHDC Susun Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia

Sebagai lembaga think-tank kebijakan kesehatan independen, IHDC menjadikan diskusi ini sebagai bagian dari proses penyusunan Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia.

Direktur Eksekutif IHDC, DR. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, memimpin proses advokasi strategis untuk mengembangkan rumusan kebijakan berbasis pendekatan lintas disiplin.

Blueprint tersebut mencakup enam dimensi utama, yaitu:

  • Kedaulatan kesehatan
  • Komunitas dan solidaritas
  • Kesetaraan
  • Jaminan pembiayaan berkelanjutan
  • Pendidikan dan promosi kesehatan
  • Tata kelola kesehatan

Melalui kerangka tersebut, IHDC mendorong perubahan perspektif bahwa kesehatan bukan semata sektor layanan, tetapi merupakan hak dasar manusia yang harus dijamin melalui sistem yang inklusif dan berkelanjutan.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Hasil dari diskusi dan pengumpulan gagasan publik akan disusun menjadi dokumen riset kebijakan kualitatif yang nantinya dapat menjadi referensi strategis bagi reformasi sistem kesehatan nasional.

Hadirkan Dua Panel Pembahasan Strategis

Seri Diskusi Publik Ideologi Kesehatan Indonesia menggunakan metode structured public deliberation yang terbagi dalam dua panel utama.

Panel Kedaulatan dan Tata Kelola Kesehatan

Panel pertama membahas berbagai isu strategis, mulai dari kemandirian pangan, perbaikan gizi, industri farmasi, hingga pengelolaan pembiayaan kesehatan antara pemerintah pusat dan daerah.

Sesi ini menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS selaku pakar gizi dan Guru Besar Tetap Ilmu Gizi IPB University; Ogy Winenriandhika dari Asosiasi Healthtech Indonesia; Prof. dr. Adang Bachtiar, MPH., ScD dari PP IAKMI; dr. A. Fardianto dari PERDOKJASI; Diah Mardhotillah dari PATTIRO; serta perwakilan KPPOD.

Panel Komunitas, Solidaritas, dan Kesetaraan

Panel kedua membahas peran komunitas dalam pembangunan kesehatan, termasuk penguatan kader kesehatan, kesetaraan gender, serta pemenuhan hak masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Berita lainnya :  Privasi yang Terkikis di Era Media Sosial.

Pembahasan ini menghadirkan dr. Ekasakti Octohariyanto, Caroline Thomas, Natasya Sitorus, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos., M.Si., Siska Verawati, SKM, serta Ilham Rusting, S.Gz., S.H.

Menuju Sistem Kesehatan yang Lebih Inklusif

IHDC menilai hasil diskusi lintas sektor tersebut menjadi langkah penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai masa depan kesehatan Indonesia.

Melalui Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia, IHDC ingin menghadirkan lebih dari sekadar dokumen akademik, melainkan sebuah gerakan yang mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan sistem kesehatan yang adil.

Lembaga tersebut menegaskan bahwa kedaulatan kesehatan membutuhkan partisipasi masyarakat, tata kelola yang transparan, serta komitmen bersama untuk memastikan setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam memperoleh layanan kesehatan.

Tentang Indonesia Health Development Center

Indonesia Health Development Center (IHDC) merupakan lembaga think-tank nasional yang berfokus pada riset, advokasi kebijakan, pendidikan kesehatan, penguatan sistem kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

IHDC berawal dari forum dialog nasional “Fokus Kesehatan Indonesia” yang membahas berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Saat ini, lembaga tersebut didukung oleh para profesional dan akademisi dengan latar belakang kesehatan, kedokteran, kebijakan publik, serta bidang terkait lainnya.

Struktur kepemimpinan IHDC diperkuat oleh tokoh-tokoh dengan pengalaman strategis di sektor kesehatan nasional, termasuk Prof. DR. Dr. Farid Anfasa Moeloek, Sp.OG(K) sebagai Ketua Majelis Tinggi dan Prof. DR. Dr. Nila Djuwita Farid Moeloek, Sp.M(K) sebagai Ketua Dewan Pembina.

Sementara itu, jajaran eksekutif IHDC dipimpin oleh DR. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bersama tim yang bergerak dalam bidang penelitian, kemitraan, serta pengembangan program kesehatan.

Melalui pendekatan kolaboratif, IHDC berkomitmen mendorong pembangunan kesehatan Indonesia yang inklusif dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, lingkungan, budaya, hukum, dan teknologi.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aksi ratusan Drone yang terbang di atas Sungai Musi.
LAIN-LAIN

Perayaan Malam Tahun Baru Spektakuler di Palembang dengan Ratusan Drone Menari di Atas Sungai Musi

  • Senin, 1 Januari 2024
Queennews.id – Detik- detik jelang malam pergantian tahun di Kota Palembang tahun ini menampilkan pertunjukan yang luar biasa bertajuk “Palembang Bersinar”.
Ilustrasi. (Ist)
LAIN-LAIN

Berikut 5 Cara Mengatasi Kulit yang Wajah Kering

Queennews.id — Setiap perempuan tentu menginginkan memiliki kulit wajah yang sehat, lembab dan glowing, namun berbagai permasalahan kulit kerapkali menghampiri,