2 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Ogan Ilir
QueenNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Kali ini, sekitar 2 hektare lahan gambut dan semak belukar di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, terbakar.
Beruntung, respons cepat tim gabungan berhasil mencegah api meluas ke area yang lebih besar. Dari total luasan yang terdampak, sekitar 0,5 hektare berhasil dipadamkan dalam penanganan awal di lokasi.
Titik api berada di koordinat S 3.09238107, E 104.71952255. Wilayah Indralaya Utara sendiri dikenal sebagai salah satu daerah rawan karhutla saat musim kemarau karena didominasi vegetasi yang mudah terbakar serta kondisi lahan gambut yang rentan menyimpan bara api.
Mendapat laporan kebakaran, Babinsa Desa Rambutan Koramil 402-07/Indralaya, Serma Rusyidi, langsung turun ke lokasi bersama personel Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD untuk melakukan pemadaman.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Kondisi lahan gambut yang sulit dijangkau membuat petugas harus menggunakan tiga unit mesin pompa air serta peralatan manual untuk mengendalikan kobaran api.
Berkat koordinasi dan kerja sama lintas instansi, api berhasil dilokalisir sehingga tidak merambat ke wilayah lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih besar.
Serma Rusyidi mengatakan kehadiran Babinsa dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menghadapi bencana kebakaran lahan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang serius,” ujarnya.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan sosialisasi kepada warga terkait bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.20 WIB. Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara identitas pemilik lahan yang terbakar masih dalam proses penelusuran.
Meski kondisi sudah terkendali, petugas gabungan tetap melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya bara api di bawah permukaan gambut yang dapat memicu kebakaran susulan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat dicegah.


