Herman Deru Minta Kades Perbarui Data Warga: Salah Data, Kemiskinan Sulit Diturunkan
QueenNews.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru mengingatkan para kepala desa agar tidak menganggap sepele persoalan data masyarakat. Menurutnya, data yang tidak akurat dapat menjadi penghambat utama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Sumatera Selatan.
Pesan itu disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APDESI Merah Putih Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (18/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menyoroti masih adanya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang belum diperbarui. Kondisi ini dinilai berpotensi membuat bantuan sosial tidak tepat sasaran dan berdampak pada akurasi data kemiskinan daerah.
“Kalau data lama terus digunakan tanpa pembaruan, tentu akan memengaruhi berbagai kebijakan pemerintah. Dampaknya, upaya menurunkan angka kemiskinan menjadi tidak maksimal,” ujar Herman Deru.
Karena itu, ia meminta kepala desa mengambil peran aktif dalam melakukan pendataan dan verifikasi masyarakat di wilayah masing-masing. Menurutnya, pemerintah desa merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi riil warga sehingga memiliki posisi strategis dalam memastikan data tetap valid.
“Persoalan ini harus menjadi perhatian serius. Saya berharap APDESI dapat ikut merumuskan solusi agar data masyarakat benar-benar akurat dan angka kemiskinan di Sumsel terus menurun,” katanya.
Selain menyoroti persoalan data, Herman Deru juga mengingatkan pentingnya memperkuat organisasi APDESI hingga tingkat kabupaten dan kota. Ia berharap organisasi para kepala desa tersebut mampu menjadi wadah yang solid dalam menyampaikan aspirasi masyarakat desa.
Menurutnya, APDESI tidak boleh hanya menjadi organisasi administratif, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Esensi organisasi harus dipahami dengan baik. APDESI hadir untuk menyuarakan kepentingan masyarakat desa, bukan kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga memberikan pesan khusus terkait kepemimpinan di tingkat desa. Ia meminta seluruh kepala desa menjaga amanah masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun desa.
“Jadikan jabatan kepala desa sebagai ladang ibadah. Jalankan pemerintahan secara terbuka, karena transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih Sumsel Mulyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel atas penyaluran Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) yang telah diterima desa-desa pada tahun 2025.
Menurut Kepala Desa Talang Balai, Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim tersebut, bantuan tersebut sangat membantu pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dana BKBK yang telah disalurkan sangat bermanfaat untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan desa,” kata Mulyanto.
Ia juga menegaskan komitmen APDESI Merah Putih Sumsel untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


