BISNIS DAN DTRAVEL

Sustainability Pathway MIND ID Dorong Pengurangan Limbah Tambang Nasional

Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengurangan limbah serta pemanfaatan kembali material sisa produksi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi mineral strategis dan kelestarian lingkungan.

Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, menegaskan bahwa pengelolaan mineral strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, aluminium, dan timah untuk mendukung elektrifikasi dan transisi energi harus diiringi dengan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

MIND ID menjalankan strategi keberlanjutan grup atau Sustainability Pathway, yang menitikberatkan pada efisiensi operasional serta minimisasi limbah melalui pemanfaatan kembali material hasil kegiatan pertambangan.

Hasilnya, MIND ID mencatat penurunan signifikan pada volume limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) hingga 38 persen dalam dua tahun, dari 351 kiloton pada 2023 menjadi 217 kiloton pada 2025. Pada periode yang sama, limbah padat non-B3 juga turun dari 1.082 kiloton menjadi 956 kiloton, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional di seluruh lini produksi.

Berita lainnya :  BRI Branch Office Jatinegara Region 6/Jakarta 1 Gelar Akuisisi BRImo dan Tabungan

“Penurunan limbah terjadi karena proses operasi yang semakin efisien, sehingga volume residu yang dihasilkan juga semakin rendah,” ujar Binahidra dalam ajang Invirotech Expo 2026.

Pengelolaan limbah di lingkungan Grup MIND ID dilakukan secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga berizin. Selain dikelola, sebagian besar material sisa tambang juga dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan operasional maupun pembangunan infrastruktur masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Sejumlah inisiatif pemanfaatan limbah telah berjalan di berbagai anak usaha. PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka, mengolah slag feronikel menjadi batako dan paving block dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 5.000 ton per tahun.

Sementara itu, PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai material campuran paste backfill untuk tambang bawah tanah dengan kapasitas sekitar 1.500 kiloton per tahun. Adapun PT Vale Indonesia Tbk menggunakan slag nikel untuk pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi lahan dengan volume pemanfaatan mencapai 5.300 kiloton per tahun.

Berita lainnya :  Sambut Tahun Baru dengan Karier Baru, BRI Finance Siapkan 500 Kesempatan Profesional

Menurut Binahidra, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah kini tidak lagi sekadar kewajiban kepatuhan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi penciptaan nilai tambah dan mitigasi risiko jangka panjang perusahaan.

“Sustainability Pathway bukan hanya alat pelaporan, tetapi instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, MIND ID memperkuat perannya sebagai penggerak industri pertambangan nasional yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Press release ini juga sudah tayan di VRITIMES

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

BISNIS DAN DTRAVEL

Merayakan Tiga Tahun Inovasi Akar Rumput: Accelerator Lab UNDP Indonesia Dorong Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan

Seiring laju urbanisasi dan tantangan iklim, peran masyarakat menjadi semakin penting sebagai pendorong perubahan. Sejak 2021, Accelerator Lab UNDP Indonesia
BISNIS DAN DTRAVEL

Jasavalas.com Resmi Diluncurkan, Permudah Pengiriman Uang ke China dengan Biaya Rendah

QueenNews.id – Jasa Valas, perusahaan baru di bidang remitansi, dengan bangga meluncurkan situs resminya, Jasavalas.com, pada Februari 2025. Platform ini