Kini Suara Anda Langsung Didengar! Warga Muba Bisa Beri Masukan Digital Lewat Aplikasi SKM


QueenNews.id — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui inovasi digital terbaru, Pemkab Muba meluncurkan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terpadu yang dapat diakses melalui portal resmi https://skm.mubakab.go.id.
Langkah progresif ini digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba sebagai bentuk transformasi pelayanan berbasis teknologi.
Sosialisasi masif dilakukan di berbagai instansi pelayanan publik dengan pemasangan spanduk, banner, hingga poster, dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinkominfo Muba Daud Amri, SH, mewakili Kepala Dinkominfo Herryandi Sinulingga, AP, bersama para pejabat struktural Dinkominfo lainnya, pada Kamis (17/7/2025).
Partisipasi Warga Jadi Kunci Perbaikan Layanan
Melalui aplikasi SKM terpadu, masyarakat kini memiliki peran penting sebagai evaluator langsung kualitas layanan yang diterima.
Setiap warga dapat memberikan penilaian secara mudah, cepat, dan real-time setelah menerima pelayanan dari instansi seperti Mal Pelayanan Publik, kantor kecamatan, hingga dinas terkait.
“Melalui portal ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tapi juga bagian dari proses evaluasi. Ini bentuk nyata keterlibatan warga dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Daud Amri.
Akses Cepat Melalui QR Code

Aplikasi SKM dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna dan mengusung prinsip integrasi menyeluruh. Teknologi Quick Response (QR) Code menjadi jembatan antara masyarakat dan formulir digital SKM.
Cukup dengan memindai kode QR yang tersedia di loket layanan, ruang tunggu, atau dokumen pelayanan, warga bisa langsung mengisi survei dari perangkat mereka.
“Data yang masuk akan langsung tersimpan secara otomatis dan bisa dimonitor oleh setiap perangkat daerah melalui dashboard real-time. Ini mendukung respon cepat terhadap masukan dari masyarakat,” jelasnya.
Rencana Pengembangan Fitur Canggih
Tak berhenti di situ, Pemkab Muba juga berencana menambahkan fitur lanjutan seperti grafik tren kepuasan warga, ruang umpan balik khusus, hingga notifikasi internal instansi. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pelayanan.
Dari Aspirasi Menjadi Aksi Nyata
Aplikasi SKM terpadu ini bukan sekadar alat survei, tapi menjadi instrumen strategis dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Hasil umpan balik akan menjadi dasar bagi masing-masing instansi untuk melakukan evaluasi berkala, memperbaiki kelemahan, dan menyusun rencana peningkatan pelayanan yang terukur.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan pelayanan publik yang partisipatif, inovatif, dan berbasis bukti nyata,” tutup Daud Amri.
Dengan hadirnya aplikasi ini, Pemkab Muba berharap setiap suara warga tak hanya didengar, tetapi ditindaklanjuti, menjadikan pelayanan publik di Musi Banyuasin lebih berkualitas, transparan, dan membahagiakan seluruh lapisan masyarakat.
