Hijrah Rae Lil Black: Dari Sorotan Panggung ke Kedamaian Islam


QueenNews.id – Sosok Rae Lil Black, yang dahulu dikenal luas sebagai bintang film dewasa internasional, kini menjadi perbincangan hangat setelah ia membagikan kisah titik balik dalam hidupnya.
Dalam sebuah pengakuan yang menyentuh hati, perempuan berdarah Jepang bernama asli Kae Asakura itu akhirnya membeberkan perjalanan spiritualnya yang berujung pada keputusan besar: memeluk agama Islam.
Kisah itu disampaikan Rae secara terbuka saat menjadi bintang tamu dalam podcast Denny Sumargo yang tayang baru-baru ini.
Dalam perbincangan yang berlangsung santai namun penuh makna, Rae mengungkapkan bahwa perjalanan hijrah-nya berawal dari rasa hampa yang semakin lama tak bisa ia abaikan.
“Selain pekerjaanku, tidak banyak hal yang aku lakukan,” ujar Rae dengan nada tenang namun jelas menyiratkan keresahan batin.
Dari Populer ke Jenuh: Saat Semua Kehilangan Makna
Rae mengaku, di balik ketenarannya, ia mulai merasa hidupnya tidak lagi bermakna. Segala sorotan, sanjungan, dan fasilitas yang dahulu memanjakan, perlahan menjadi hal yang tidak lagi ia dambakan.
“Awalnya terasa menyenangkan, tapi lama-lama hambar. Aku mulai bosan. Aku tahu, aku tak bahagia lagi,” kenangnya.
Saat Denny bertanya apakah Rae masih menikmati profesinya saat itu, jawabannya tegas dan jujur. Ia tak lagi menemukan gairah dalam pekerjaannya.
“Aku kehilangan gairah. Jadi mungkin itu alasan kenapa aku bertemu Islam di waktu yang tepat,” ucap Rae.
Malaysia: Gerbang Spiritualitas yang Membuka Hati

Perubahan besar itu bermula ketika Rae mengunjungi Malaysia tahun lalu. Ia tak menyangka bahwa kunjungan tersebut akan menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap hidup.
Suasana religius dan budaya Islam yang begitu terasa di Negeri Jiran membuatnya tergerak untuk merenung lebih dalam tentang arah hidupnya.
Di usia yang hampir menyentuh kepala tiga, Rae mulai mempertanyakan tujuan hidup jangka panjangnya.
Sorotan kamera dan kemewahan dunia hiburan tak lagi memberikan ketenangan. Ia mulai memikirkan kemungkinan menjadi istri, seorang ibu, atau bahkan menjalani hidup sederhana sebagai petani.
“Usia hampir 30, aku berpikir mungkin aku ingin jadi istri, atau seorang ibu. Atau bahkan jika tidak menikah pun, aku ingin hidup tenang,” ujar Rae sambil menatap masa depannya dengan harapan baru.
Islam sebagai Jawaban dan Kedamaian Baru Keputusannya untuk menjadi mualaf bukanlah hal yang dilakukan secara instan.
Proses tersebut merupakan hasil dari pencarian panjang, perenungan mendalam, dan keinginan untuk menemukan ketenangan sejati.
“Kini, aku tak lagi mencari validasi dari sorotan. Aku ingin hidup damai. Dan Islam membawaku ke situ,” ujarnya dengan keyakinan.
Kisah Rae menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang unik. Tidak semua perubahan hidup datang dalam bentuk dramatis, terkadang cukup dengan rasa bosan, lalu perlahan hati menuntun pada jalan yang baru.
Kini, Rae Lil Black bukan hanya dikenal karena masa lalunya, tetapi juga karena keberaniannya untuk berubah dan memulai lembaran baru.
Ia memilih damai yang sederhana, bukan lagi gemerlap dunia yang semu. Dan bagi Rae, Islam adalah pintu menuju ketenangan itu. (*)
