Tempati Urutan Kedua Termiskin di Sumsel, Ribuan Warga Lahat Tinggal di Rumah Tak Layak Huni


QueenNews.id – Ribuan keluarga di Kabupaten Lahat masih hidup di rumah tak layak huni (RTLH).
Kondisi memprihatinkan ini menjadi cerminan nyata dari angka kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, di mana Lahat tercatat sebagai wilayah termiskin kedua di provinsi tersebut dengan angka kemiskinan mencapai 14,14 persen.
Masalah hunian menjadi sorotan serius. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Lahat mencatat kebutuhan rumah pada 2023 lalu mencapai sekitar 12.000 unit.
Angka ini mencakup hunian baru, alih kepemilikan, serta kepadatan tempat tinggal dan mayoritas di antaranya masuk kategori RTLH.
“Kami sedang melakukan pendataan menyeluruh di 360 desa dan 17 kelurahan, untuk memetakan RTLH, backlog kepemilikan dan penghunian, serta kesiapan lahan. Semua ini demi mendukung Program 3 Juta Rumah dari pemerintah pusat,” ujar Handi Astuti, SE, Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman, mewakili Kepala Dinas PRKPP, Limra Naufan, Senin (14/7/2025).
Bedah Rumah: Langkah Kecil yang Mengubah Hidup
Program bedah rumah masih menjadi andalan Pemkab Lahat dalam menangani kemiskinan dari sektor perumahan.

Pada 2024 lalu, sebanyak 755 rumah warga miskin telah dibedah dan direnovasi menjadi hunian layak, melalui dana APBD. Tambahan 9 unit lainnya berasal dari kontribusi CSR perusahaan.
Tahun ini, dari target 500 rumah layak, sudah 263 unit diselesaikan, dan ditambah 15 unit dari CSR.
“Pendanaan berasal dari berbagai sumber seperti APBN, APBD, Baznas, hingga sektor swasta. Kami ingin masyarakat miskin bisa tinggal di rumah yang layak, sehat, dan aman,” jelas Handi.
Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik
Menurutnya, pembangunan rumah tidak hanya soal struktur, tetapi menyangkut martabat dan kualitas hidup manusia.
“Program ini juga bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan secara konkret. Dengan rumah yang layak, masyarakat punya pijakan lebih baik untuk menjalani hidup,” tambahnya.
Handi berharap, dengan data yang akurat dan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Program 3 Juta Rumah benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga Lahat yang tinggal di rumah yang nyaris roboh, lembab, atau tidak layak disebut sebagai tempat tinggal,” pungkasnya.
