SUMSEL MAJU

Ekspor Komoditas Sumsel Meningkat, Paha Kodok Siap Tembus Pasar Belgia

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah didampingi Dra. Hj. Lucia Ramdiastuti, M.Si., dan Muhamad Fajar Wiko M.M, Ketua AJI Palembang Coverage Sumsel.
Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id — Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) terus mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah seperti kopi dan kelapa.

Hingga pertengahan tahun ini, ekspor kopi dari Sumsel tercatat telah dilakukan sebanyak tujuh kali.

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada ketersediaan ekosistem yang mendukung proses ekspor secara menyeluruh.

“Ekspor bukan hanya soal teknis karantina, tetapi juga menyangkut ekosistem. Di Sumsel, ekosistem ekspor belum sekuat daerah lain seperti Lampung yang sudah memiliki gudang, eksportir siap, dan dukungan kapal cepat. Di sini, misalnya untuk pengiriman 300 kontainer ke Malaysia, eksportir hanya mampu sediakan tiga kontainer. Artinya pengiriman tidak bisa langsung dan berpengaruh pada kualitas komoditas,” ungkap Sri Endah.

Berita lainnya :  Senator Hj Eva Susanti Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Lahat

Untuk itu, Karantina Sumsel terus menjalin kolaborasi lintas sektor dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem ekspor yang lebih solid dan berkelanjutan.

Setelah kopi, komoditas kelapa juga mulai dilirik sebagai potensi ekspor utama dari Sumsel. Permintaan pasar terhadap kelapa cukup tinggi, dan Karantina Sumsel tengah menyiapkan ekosistem pendukung untuk komoditas ini secara bertahap.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Selain komoditas tumbuhan seperti kelapa, kopi, sawit, dan karet, Karantina Sumsel juga melakukan pengawasan terhadap produk hewan dan ikan.

Semua produk ekspor wajib memenuhi persyaratan negara tujuan, termasuk aspek kesehatan dan keamanan, sebelum mendapatkan sertifikasi karantina.

Pelatihan Petugas Bandara dan Ekspor Komoditas Baru

Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, Karantina Sumsel akan bekerja sama dengan Angkasa Pura dalam menyelenggarakan pelatihan kepada 130 petugas bandara.

Berita lainnya :  Ekspor Paha Kodok Sumsel Tembus Rp5,24 Miliar, Permintaan Prancis Meningkat Drastis

Pelatihan akan digelar dalam tiga gelombang pada tanggal 15, 16, dan 17 Juli 2025. Materi yang disampaikan akan fokus pada jenis komoditas yang wajib diperiksa karantina dan dilengkapi dengan simulasi pemeriksaan menggunakan X-ray.

Menariknya, Karantina Sumsel juga tengah mempersiapkan ekspor komoditas baru yakni paha kodok ke Belgia. Namun, saat ini masih terkendala oleh kuota tangkap yang terbatas.

“Kita terus berupaya membuka pasar baru. Paha kodok sudah diminati Belgia, tapi terkendala di kuota tangkap. Ini juga perlu disinergikan dengan dinas terkait,” tambah Sri Endah.

Dengan upaya berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, Karantina Sumsel optimistis Sumsel bisa menjadi pusat ekspor komoditas unggulan nasional ke berbagai negara tujuan.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sekda Sumatera Selatan, Edward Candra.
SUMSEL MAJU

Sekda Sumsel Sebut Pelajar di Sumsel Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Sampah

Queennews. id — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) menyelenggarakan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Malam penghormatan atas pengabdian Pj Gubernur Sumatera Selatan sekaligus lepas sambut Pangdam II/Sriwijaya bertempat di Griya Agung Palembang.
SUMSEL MAJU

Malam Penghormatan Gubernur Sumsel serta Lepas Sambut Pangdam II/Sriwijaya

QueenNews.id – Kakanwil Kemenkum Sumsel, Agato PP Simamora menghadiri langsung malam penghormatan atas pengabdian Pj Gubernur Sumatera Selatan sekaligus lepas