OKI MANDIRA

Teguhkan Komitmen Bersama, OKI Bersatu Cegah Karhutla Demi Masa Depan Anak Cucu

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki dalam apel.
Pasang Iklan di QueenNews.id

QueenNews.id – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan tekad kuat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap menjadi ancaman serius, khususnya di wilayah rawan gambut.

Seluruh unsur mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, perusahaan, hingga masyarakat, menyatakan komitmen penuh untuk menjaga OKI dari bencana ekologis ini.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Siaga Karhutla yang digelar di halaman GOR Perahu Kajang, Kayuagung, pada Senin (7/7).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, pasukan TNI/Polri, Manggala Agni, Satpol PP dan Damkar, Regu Pengendali Kebakaran (RPK) dari perusahaan-perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), camat, kepala desa, hingga tokoh masyarakat.

Peralatan “Siap Tempur”, Posko Siaga Aktif 24 Jam

Untuk memastikan kesiapsiagaan di lapangan, Bupati bersama Forkopimda meninjau langsung kesiapan personel dan mengecek seluruh peralatan pemadaman yang dimiliki berbagai instansi dan perusahaan.

Berita lainnya :  Bupati OKI Apresiasi Gerak Cepat Polres Ungkap Kasus Pembunuhan di Tiga Kecamatan

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan hingga fungsi alat pemadam, kendaraan operasional, hingga sistem komunikasi.

“Deteksi dini dan patroli rutin di wilayah rawan, terutama daerah gambut, harus terus ditingkatkan. Jangan sampai kita kalah oleh kelalaian atau ego sektoral. Penanggulangan Karhutla harus lintas sektor dan menyeluruh,” tegas Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menginstruksikan agar Posko Siaga Karhutla aktif selama 24 jam dengan dukungan personel terlatih, peralatan memadai, dan sistem pelaporan cepat.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Libatkan Masyarakat, Tegakkan Hukum Tanpa Toleransi

Muchendi menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal, tokoh adat, dan kelompok peduli api dalam upaya pencegahan Karhutla.

Ia juga menggarisbawahi bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu terhadap pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi.

“Tidak ada toleransi. Siapa pun pelakunya, harus ditindak tegas. Kita tidak ingin generasi mendatang mewarisi tanah yang rusak akibat kebakaran yang bisa kita cegah sejak sekarang,” tegasnya.

Berita lainnya :  Bupati OKI Buka Audisi Sumsel Go Talent, Ajang Gali Bakat Generasi Muda

Perusahaan perkebunan di OKI pun diwajibkan menyediakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran sesuai regulasi. Camat dan kepala desa juga diminta aktif mensosialisasikan larangan membakar lahan serta membentuk Satgas Siaga Karhutla hingga tingkat desa.

Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Wujud Nyata Perlindungan Lingkungan

Sebagai penutup, Bupati Muchendi mengajak seluruh pihak untuk tidak menjadikan apel ini sebagai rutinitas belaka. Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Mari jadikan apel ini sebagai bentuk nyata kesiapan dan kepedulian kita melindungi OKI dari bencana ekologis. Ini bukan tugas satu pihak, ini tanggung jawab kita bersama demi masa depan anak cucu,” pungkasnya.

Usai apel, digelar juga simulasi penanganan Karhutla yang melibatkan BPBD, Manggala Agni, Dinas Kesehatan, dan Polri.

Simulasi mencakup pemadaman lapangan, evakuasi korban, serta olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim gabungan pasca kebakaran.

Pasang Iklan di QueenNews.id

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pemkab OKI ketika Kunjungan Kerja Pemkab Banyuasin.
OKI MANDIRA

Banyuasin Kaji Tiru Penanganan Sengketa Lahan di Kabupaten OKI

QueenNews.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam rangka studi tiru terkait penanganan
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ogan Komering Ilir turut membekali guru dan pelajar mencegah perundungan digital.
OKI MANDIRA

Diskominfo OKI Bekali Guru dan Pelajar Pencegahan Perundungan Digital

QueenNews.id — Perkembangan teknologi dan penetrasi internet yang semakin luas, membuat lingkungan sekolah rentan terhadap berbagai bentuk pelecehan dan intimidasi